Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Semua Biaya Ngaben Jro Mangku Langsir Ditanggung Desa Pakraman

I Putu Suyatra • Kamis, 9 November 2017 | 15:05 WIB
Semua Biaya Ngaben Jro Mangku Langsir Ditanggung Desa Pakraman
Semua Biaya Ngaben Jro Mangku Langsir Ditanggung Desa Pakraman

BALI EXPRESS, LEPANG - Setelah menjalani satu rangkaian persiapan yang pendek, upacara pengabenen Jro Mangku Lingsir Dalem Silapegat Desa Pakraman Lepang, Klungkung kemarin (8/11) akhirnya berjalan lancar. Ribuan krama Lepang tumpah ruah mengiringi prosesi puncak pengabenan yang dilaksanakan di Setra Desa Pakraman Lepang.


Pantauan kemarin menunjukkan, ritual diawali dengan prosesi membawa layon dari rumah duka ke catus pata Desa Pakraman Lepang, tepatnya di depan Kantor LPD Desa Pakraman Lepang. Saat prosesi ini tradisi ngarak layon yang terbungkus kain kafan berlangsung dengan penuh semangat, meski suasana panas menyengat.


Sampai di catus patas, prosesi dilanjutkan dengan menaikkan layon ke Juli, yang berlangsung kurang dari 30 menit. Selanjutnya dengan beriringan, petulangan Singa Putih dan Juli tersebut langsung diarak menuju ke Setra Desa Pakraman Lepang yang berjarak sekitar 1 km di utara dari Balai Desa.


Bendesa Desa Pakraman Lepang, I Made Merta di sela-sela prosesi pengabenan ini mengatakan, jika Jro Mangku Lingsir Dalem Silapegat meninggal pada Sabtu, 4 November lalu di RSUD Klungkung sekitar pukul 03.00 dinihari. “Namun karena terbentur dewasa ayu (hari baik), akhirnya layon almarhum sempat dititipkan di rumah sakit sehari, dan pada Minggu (5/11) sore baru dibawa ke jero (rumah duka),” ucapnya.


Di hari yang sama saat layon Jro Mangku Lingsir Dalem Silapegat pulang, prosesi persiapan pengabenan juga langsung dimulai krama Desa Pakraman Lepang. Pengabenan ini sendiri sesuai dengan Ilikita Awig-Awig Desa Pakraman Lepang, sepenuhnya menjadi tanggung jawab desa adat, termasuk biaya dan juga penggarapan upacara.


“Karena itu, meski persiapan hanya sekitar tiga hari, prosesi pengabenan berlangsung dengan khusyuk. Ini semua berkat semangat idadane krama dan juga almarhum sebagai orang yang disucikan di Lepang,” sambungnya.


Dijelaskan olehnya, sebelum prosesi pengabenan kemarin, untuk rangkaian upacara sebenarnya juga sudah dimulai sejak Selasa (7/11) atau sehari sebelum pengabenan. Mulai dari ritual nebus yang dilaksanakan di Pura Dalem Prajapati, lalu ngulapin di ulun setra, serta prosesi ngupadesa ataungelad di catur desa.


Ritual di hari tersebut dilanjutkan di rumah duka, berupa upacara pemelaspas kajang, dilanjutkan dengan ngaskara, dan mebersih, serta terakhir menek beye atau menek tumpang salu.


“Itu semua eedan (rangkaian upacara) pada Selasa (7/11), dan hari ini (kemarin, Red) baru pengabenan dimana tadi pembakaran jenazah dimulai sekitar jam 13.00, dan nganyut ke Segara Lepang sekitar jam 14.00,” sambungnya.


“Untuk upacara ngerorasne, masih akan dicarikan duase (hari baik) dan kesepakatan dari krama Desa Pakraman Lepang,” pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#ngaben #hindu #tradisi hindu #ritual hindu