BALI EXPRESS, TABANAN - Ada kisah unik terjadi saat Ngerehang, bila muncul sinar misterius, semuanya akan terdiam, bahkan ada yang berlari menghindar.
Presesi Ngereh yang harus bertepatan pada jam 12 malam, membuat suasana mencekam dan mistis. Terlebih harus dengan suasana sunyi dan tidak boleh ada cahaya apa pun, agar prosesi Ngerehang berjalan lancar.
Pengalaman unik dialami Ida Ratu Pedanda Gede Diksa Manuaba, dari Griya Babakan, Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan, saat diminta muput (menyelesaikan) upacara Ngerehang di daerah Gianyar.
"Saat tengah malam, semua orang kusyuk bersembahyang sebelum Ngerehang berlangsung. Karena di pamiosan (tempat menyelesaikan upacara) terdapat lampu kecil. Sehingga sinar lampu itu terkena ke kaca gelung yang saya pakai. Mengakibatkan ada pantulan sinar ke warga yang sedang sembahyang," terang Pedanda Diksa saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) di Griya Bakbakan, Cau Belayu, Marga, Tabanan, pekan lalu.
Seketika itu krama yang ada di sana terdiam, karena ada sinar dianggap misterius muncul. Terlebih tempat Ngerehang tersebut dilaksanakan di kuburan, di atas tanah pamuunan (tempat pembakaran jenazah).
Padahal, cahaya tersebut berasal dari pantulan sinar lampu dengan kaca gelung yang ada di pamiosan.
Hingga selesai sembahyang, dan melaksanakan Ngereh, Pedanda Diksa baru melepas gelung yang dipakai saat mapuja. Saat itu pula sinar tersebut hilang. Dan, masyarakat baru ada yang berani berbisik-bisik. "Saya hanya diam saja, walaupun sudah tahu itu pantulan sinar. Pada akhirnya saya bilang saat perjalanan pulang, mereka yang ngiring pun tertawa," urainya.
Dalam kesempatan yang sama, Pedanda Diksa menjelaskan perbedaan dari Pasupati dengan Ngerehang hanya beda tempat, sedangkan fungsinya sama-sama sebagai perwujudan untuk menyucikan sesuatu benda. Pasupati, lanjutnya, merupakan upacara untuk menyucikan tapakan berupa pratima atau barang yang disucikan oleh seseorang.
Sedangkan Ngerehang untuk menyucikan sekaligus menghidupkan barang tersebut. Baik berupa tapakan, barong, maupun rangda. "Jika sudah dipasupati dan Ngereh, berarti ada urip di dalam benda tersebut. Sehingga dianggap sakral dan harus diupacarai pada waktu tertentu," pungkasnya.
Editor : I Putu Suyatra