Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Masyarakat Iringi Pelebon Ida Pedanda Gede Anom Timbul

I Putu Suyatra • Kamis, 14 Desember 2017 | 15:10 WIB
Ribuan Masyarakat Iringi Pelebon Ida Pedanda Gede Anom Timbul
Ribuan Masyarakat Iringi Pelebon Ida Pedanda Gede Anom Timbul

BALI EXPRESS, DENPASAR - Palebon Ida Pedanda Gede Anom Timbul dilaksanakan Rabu, (13/12) kemarin bertempat di Setra Pantai Karang, Sanur, Denpasar. Sejak pagi menjelang siang, tampak warga tumpah ruah memadati jalan yang hendak dilalui iring-iringan Palebon yang mencapai 1 Km ini.


Panglingsir sekaligus menggala karya, Ida Bagus Putra didampingi Klian Adat Banjar Puseh Kangin, AA Bagus Amertajaya menjelaskan bahwa hari ini (kemarin, Red) merupakan puncak karya palebon Ida Pedanda Gede Anom Timbul. Dimana, rangkaian upacaranya telah berlangsung hampir selama dua bulan kalender.


“Urutanya sudah mulai sejak lebar pada 26 Oktober lalu, hari ini (kemarin, Red) puncaknya, dan akan berakhir 16 Desember mendatang dengan pelaksanaan upacara Prayascita Pakelud,” ungkapnya ketika diwawancarai disela Palebon.


Dikatakan Gustra, sapaan akrab Ida Bagus Putra, adapun tingkat pelaksanaan upakara pelebon ini merupakan upakara tingkat utama. Sehingga, dalam pelaksanaannya memakan waktu hingga dua bulan.


“Hal ini guna memberikan persembahan terbaik dengan pelaksanaan yadnya di hari yang baik pula,” jelas Gustra.


Dalam prosesi pelebon ini, pihaknya memperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 masyarakat tumpah ruah untuk mengikuti prosesi pelebon ini. “Baik masyarakat yang merupakan warga banjar pengarep, seperti Banjar Puseh Kangin, Banjar Puseh Kauh dan Banjar Abiantimbul. Selain itu, tampak juga masyarakat seluruh Desa Sanur bahkan hingga keluar Sanur yang masih memiliki kekerabatan dengan Griya Timbul Puseh Intaran,” paparnya.


Sedangkan untuk uperengga pelaksanaan upakaranya, Gustra menjelaskan bahwa pada pelebon kali ini, karena yang meninggal merupakan Ida Pedanda, maka bade yang digunakan memiliki bentuk yang menyerupai Padma Sari. Sedangkan lembunya berwarna putih. “Kalau Pedanda itu memang berbentuk Padmasari Badenya, kalau Raja Baru metumpang, apakah tujuh, atau sebelas dan lain sebagainya,” Kata Gustra.


Gustra menambahkan, dalam keseluruhan rangkaian upakara ini, pihaknya mengatakan seluruh sulinggih yang dilibatkan kurang lebih berjumlah lebih dari 20 sulinggih. Hanya saja, keseluruhan para sulinggih tersebut merupakan siswa atau murid dari Ida Pedanda Gede Anom Timbul.


Untuk diketahui bahwa Ida Pedanda Gede Anom timbul lebar (meninggal, Red) pada 23 Oktober lalu. Menurut sanak saudara, kepergian sang sulinggih diakibatkan dengan adanya komplikasi pada organ dalam tubuh. 

Editor : I Putu Suyatra
#pelebon