Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Melukat Tirta Empul Disebut Dibooking, Pemedek Kecewa

I Putu Suyatra • Senin, 7 Mei 2018 | 04:00 WIB
Tempat Melukat Tirta Empul Disebut Dibooking, Pemedek Kecewa
Tempat Melukat Tirta Empul Disebut Dibooking, Pemedek Kecewa

BALI EXPRESS, TAMPAKSIRING - Tempat melukat Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar disebut “dibooking” tamu negara, Minggu (6/5). Akibatnya, pemedek yang sudah datang pun kecewa. Sebab mereka mengaku harus menunggu lebih lama saat hendak melukat. 


Salah seorang pemedek yang kebetulan berada di sana adalah Ngurah Bagus. Saat dikonfirmasi Bali Express (Jawa Pos Group), dia mengaku, saat itu dirinya bersama rekannya akan melakukan panglukatan. Namun dilarang masuk dan harus menunggu selama dua jam menunggu arahan dari petugas yang kebetulan berjaga di sana.


"Saya ke sana pukul 11.00, padahal sudah menghidupkam dupa dan akan menaruh canang. Tapi dicegat oleh pecalang karena katanya ada yang booking  tempat malukat sejak satu bulan lalu, itu pun dibilang tamu negara tapi tamu negara siapa gak bisa mereka jelaskan," terang pria asli Kedisan, Tegallalang, Gianyar tersebut.


Selesai menunggu dua jam pada pukul 14.00 ia bersama rekan dan pemedek lainnya baru diberikan masuk untuk malukat. Sedangkan yang tidak ia terima adalah dengan kata booking tersebut, lantaran seperti sebuah hotel. Padahal tempat itu sebagai tempat suci agama Hindu.


"Saya juga sudah temui Jero Bendesanya, saya tanya juga tanya tamu negara siapa yang datang, namun tak dijelaskan juga. Terus kalau biasanya kan kita berbaur juga malukat dengan wisatawan yang akan malukat. Sebaiknya janganlah isi booking macam penginapan saja. Itu juga sejak satu bulan yang lalu katanya," imbuh  pria guru olah raga tersebut.


Dikonfirmasi terpisah, Ketua PHDI Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengaku belum adanya laporan masuk terkait hal yang dimaksud. Namun ia akan menanyakan terlebih dahulu ke PHDI Gianyar. "Saya coba hubungi PHDI Gianyar dulu, setelah itu baru bisa komentar," tandasnya.


Dikonfirmasi terpisah Bendesa Pura Tirta Empul, Made Mawi Arnata memilih untuk enggan menanggapi persoalan tersebut.


Di bagian lain Kepala Dinas Pariwisata Gianyar AA Bagus Ari Brahmanta juga mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Karena objek wisata Tirta Empul memiliki pengelolaan sendiri.


"Saya belum dengar kejadian itu. Karena itu ada pengelolaan sendiri," ucapnya.


Sedangkan terkait ada tidaknya tokoh atau tamu negara yang berkunjung ke objek wisata di Gianyar beberapa hari terakhir. Gung Ari menyebut, untuk kunjungan tamu negara biasanya dilakukan secara rahasia. 

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat