BALI EXPRESS, GIANYAR - Pelaksanaan Karya Agung Pura Er Jeruk, Sukawati, Gianyar Rabu (23/1) diisi dengan prosesi mendak bagia. Prosesi tersebut secara kasat mata seperti tradisi mapeed yang diikuti oleh iring-iringan warga dan bagia berbahan daun ental. Manggala karya, I Made Sarwa didampingi oleh Kasie Humas Karya, I Ketut Gde Suaryadala menjelaskan makna upacara itu sebagai simbol mensejahterakan krama.
Ia menjelaskan upacara itu serangkaian Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Agung Balik Sumpah, Mupuk Pedagingan Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk. “Iring-iringan prosesi ini akan melalui rute dari Pura Penataran Agung Sukawati sepanjang sekitar 4,5 kilometer hingga Pura Er Jeruk Sukawati,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Sarwa juga menjelaskan bahwa krama yang terlibat mencapai ribuan orang. Mendak bagia dijelaskan memang bagian rentetan setiap upacara besar atau karya agung di setiap pura. Selain sebagai simbol mensejahterakan masyarakat menjelang karya juga bentuk yasa prakerti sesuai upacara yang dilakukan.
“Sehingga diharapkan bisa menyejahterakan krama yang ada. Mulai dari akan upacara, saat upacara berlangsung sampai setelah upacara selesai nantinya. Semuanya harus didasari kebahagiaan, dan diakhir upacara bagia ini akan dibakar. Sedangkan abunya ditanam di pelataran pura,” ungkap dia.
Rute mapeed mendak bagia itu melalui simpang Pantai Purnama ke Banjar Gelumpang - Banjar Telabah - Banjar Palak ke barat, menuju simpang Banjar Tebuana ke utara melewati kawasan Pasar Seni Sukawati ke utara sampai di Pura Penataran Agung Sukawati. Sehingga beberapa rute tersebut lalu-lintasnya sempat dialihkan ke jalan alternatif yang ada. “Prosesi ini berlangsung mulai pukul 13.00 sampai sekitar pukul 16.00,” tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra