DENPASAR, BALI EXPRESS - Pura Beji yang ada di Desa Adat Penestanan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, diyakini bisa menyembuhkan penyakit, khususnya penyakit fisik maupun gangguan mental.
Hal itu dijelaskan Jero Mangku Pura Desa Penestanan, Jro Mangku Ketut Kesumawijaya, pekan kemarin. Ia memaparkan konsep utama Beji merupakan pesucian Ida Bhatara, tempat ritual, panglukatan, babayuhan, bahkan dijadikan wisata spiritual.
Dikatakannya, pantangan untuk masuk ke Beji Penestanan, tidak ada mengkhusus, karena sebagai kawasan tempat suci adalah bagi wanita yang sedang haid tentu pantang masuk ke Beji. "Harus tetap menjaga etika dan sopan santun, tidak berkata kasar, tetap menjaga keasrian, kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Jero Mangku Kesumawijaya menceritakan, terkait kemistisan dan keunikan Beji Penestanan, khususnya Beji Pura Puseh dan Desa, tidak sedikit yang mengalaminya.
“Sempat ada warga dari Desa Adat Silakarang, khusus mencari Beji yang toyanya (air) medal (keluar) dari arah timur. Karena diberitahu lewat mimpinya, ketemulah di Beji Puseh dan Desa Banjar Adat Penestanan Kaja ini. Yang bersangkutan menderita gangguan fisik dan mental,” ujarnya.
Dengan melakukan prosesi ritual panglukatan, yang sakit tersebut akgirnya bisa sembuh. “Itu berkat anugerah beliau, Ratu Bhatari Gangga dan Widyadari (bidadari) Gagar Mayang, sebagai kekuatan Ida Bhatara Sang Hyang Iswara untuk menganugerahi kekuatan sekala dan niskala dengan Tirtha Pangelukatan Sanjiwani. Mereka disembuhkan,” tegasnya.
Selain itu, Jro Mangku Kesumawijaya juga menuturkan, ada seorang warga yang bekerja di vila di wilayah Banjar Adat Penestanan, sempat membuang sampah sembarangan di dekat Beji, yang akhirnya mengalami kesurupan.
“Karena perilakunya yang kurang beretika, orang tersebut terus dicari oleh seorang kakek tua, dan karyawan ini terus mengalami kesurupan," ujarnya. Lantaran tetus berulang, keluarganya lantas menanyakan pada orang pintar, dan dilihat di alam niskala diketahui pernah melakukan hal yang tak tetpuji, dengan membuang sampah di kawasan Beji.
"Dianjurkan agar neduh (menggelar upacara pembersihan) ke Beji. Setelah ritual neduh dilakukan, orang tersebut sembuh dan normal kembali,” tandasnya.
Jro Mangku Kesumawijaya mengingatkan, air merupakan senyawa penting bagi semua bentuk kehidupan di bumi, sehingga mesti dijaga dengan baik.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya