Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Rentetan Ritual Magis Petani Tanam Padi Mensyukuri Berkah

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 16 Juli 2021 | 17:36 WIB
Ini Rentetan Ritual Magis Petani Tanam Padi Mensyukuri Berkah
Ini Rentetan Ritual Magis Petani Tanam Padi Mensyukuri Berkah

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Ada sejumlah ritual yang dilaksanakan petani di Bali sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri yang juga dikenal dengan Dewi Kemakmuran.


Ritual magis ini dilakukan atas rasa syukur berupa kesuburan dan hasil panen yang berlimpah.


Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H menyebut, aktivitas petani mulai dari menanam padi hingga memanen tidak terlepas dari aktivitas ritual magis terhadap Dewi Sri. 


Ritual permulaan diawali dengan turun ke sawah serta memulai membajak, mencangkul, dihaturkan Banten Pangendagan, selanjutnya upakaranya disesuaikan dengan sasih mulai turun ke sawah.


“Memulai menyemaikan bibit padi, juga sudah ada bebantennya sesuai dengan tradisi setempat. Begitu juga menjelang menanam padi dilakukan upacara Panewasa. Bebantennya sesuai dengan kebiasaan atau teradisi setempat,” paparnya.


Apabila tanaman padi sudah berumur 12 hari, harus mempersembahkan Bubur Masuyuk sesuai urip dina (neptu hari). Padi sudah berumur 17 hari harus mempersembahkan Bubur Tabah (murn) sebanyak lima hidangan, tempatnya pada lima penjuru.


Umur padi sudah lebih dari satu bulan, hendaknya mempersembahkan bebanten pada hari yang baik ke sawah dan Pura Subak, yang berupa Ketupat Sirikan akelan (6 buah), Canang Gantal 1, raka-raka berupa jajan begina, Tulung Urip 1 dan Tulung Sangkur.


Bila umur padi sudah lewat dari dua bulan hendaknya menghaturkan upacara Bajang Colongan (seperti pada bayi) yang bertempat di Pura Ulun Suwi, bebantenya berupa Peras Panyeneng, Tepungtawar, Tetebus, Sesarik, Sega (nasi) Cacahan limang tanding. 


Bila buah padi sudah mulai kental, hedaklah dilakukan upacara Mabiukukung. Ngusaba atau menghaturkan bakti di Pura Bedugul (Ulun Swi) yang harinya disesuaikan dengan kesepakatan krama subak. Nyengseng Tanggluk yang berupa pacaruan dilaksanakan di Pura Bedugul. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#balinese #hindu #pura