Ritual setahun sekali ini Sesuhunan nyejer selama 42 hari. Selama nyejer ini ada beberapa kali prosesi napak pertiwi dan calonarang. Ini ada kaitannya dengan sasih tidak baik.
Bendesa Adat Muncan Jro Gede Suwena Putus Upadesa menyebut, dua kali ritual ini dilakukan dengan perhitungan masing-masing. Yakni berdasarkan wewaran dan menggunakan sasih.
“Ada yang enam bulan, yakni saat Buda Kliwon Pahang dan sesuai sasih atau setahun sekali,” ungkapnya.
Dalam upacara setahun sekali ini, sesuhunan nyejer selama 42 hari di antara sasih tersebut. Seperti yang terjadi tahun ini, dimulai dari tanggal 4 Januari dan akan disineb pada 15 Februari.
“Jadi 42 hari itu diambil antara kepitu-kawulu atau kawulu-kesanga,” lanjutnya.
Dalam 42 hari tersebut, setiap ketemu Kliwon, sesuhunan di sana akan tedun ke batas-batas Desa Muncan. Dan saat itu juga diadakan sesolahan, baik itu tari-tarian ataupun calonarang.
“Setiap Kliwon ada sesolahan. Walaupun sekadar tari rejang dewa, baris gede, atau tari sakral lainnya. Tetapi ketika kajeng kliwon diusahakan ada calonarang,” lanjutnya.
Makanya, Sabtu (29/1) ini diadakan pementasan atau napak pertiwi. Setelah tedun ke batas desa, akan dilakukan prosesi penganyar sebelum melakukan sesolahan.
Untuk calonarang sendiri akan dilaksanakan pada Kamis 3 Februari nanti di Catus Pata Desa Muncan. Pementasan yang dulunya menyewa, kali ini akan dilakukan oleh masyarakat di sana. Sebelumnya, saat kajeng kliwon beberapa waktu lalu juga sudah sempat dilaksanakan pementasan calonarang.
Sebelum disineb, sesuhunan di sana akan melakukan purwa daksina di Desa Muncan.
“Nanti akan disineb setelah mepurwa daksina di Desa Muncan,” tutupnya. (dir) Editor : I Putu Suyatra