Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antisipasi Serangan Gaib, Warga Tenganan Buat Palinggih Aling-Aling

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 24 Mei 2022 | 17:13 WIB
WAJIB ADA: Sanggah Kemulan wajib ada di setiap rumah.Putu Mardika/Bali Express
WAJIB ADA: Sanggah Kemulan wajib ada di setiap rumah.Putu Mardika/Bali Express
KARANGASEM, BALI EXPRESS - Rumah adat di Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, jika dilihat dari tata ruang mikro (rumah tangga), sampai saat ini masih lestari, dan masih berlaku konsep setiap satu pekarangan hanya bisa ditempati satu kepala keluarga (KK).

Disinggung terkait konsep parahyangan di setiap rumah, Klian Desa Adat Tenganan Pegringsingan Putu Suarjana mengatakan, jika yang wajib ada adalah  Sanggah Kamulan. Tempat suci ini diyakini sebagai stana para panglingsir atau leluhur orang Tenganan yang sudah bersih dan malinggih di Kamulan.

Namun ada pula palinggih Aling-Aling yang posisinya selalu berdekatan dengan pintu masuk. Keberadaan Palinggih Aling-Aling cukup penting bagi warga Tenganan Pegringsingan.

“Aling-Aling ini tempat menghindar atau tempat berlindung seandainya ada serangan magis. Yang berhadapan dengan pintu masuk itu ada Palinggih Tumbal. Ini ibaratnya sebagai kamera pengawas niskala, yang secara sekala ibarat CCTV yang menjaga penghuni rumah,” sebutnya.

Dikatakan Suarjana, krama adat Tenganan Pegringsingan yang sudah menikah, maksimal tiga bulan setelah pernikahan wajib membuat rumah baru untuk keluarga kecilnya. Dengan cara memilih pekarangan yang masih kosong, tanpa harus membeli. “Ada hak guna pakai. Karena sudah disediakan per kapling-kapling oleh desa adat. Sehingga permukimannya linear,” ungkapnya.

 
Photo
Photo
Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #unik #balinese #Tenganan Pegringsingan #adat #hindu #pura #budaya #tradisi #rumah adat