Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Komik Khas Bali Dibuat Sepanjang 4 Meter, Libatkan Seniman China & Flores

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 7 September 2022 | 16:42 WIB
PRASI : Wayan Trisnayana menunjukkan salah satu prasi dalam pelatihan visualisasi karya fiksi melalui naskah lontar di Penggak Men Mersi, Kesiman, Minggu (4/9). Agung Bayu/Bali Express
PRASI : Wayan Trisnayana menunjukkan salah satu prasi dalam pelatihan visualisasi karya fiksi melalui naskah lontar di Penggak Men Mersi, Kesiman, Minggu (4/9). Agung Bayu/Bali Express
DENPASAR, BALI EXPRESS- Seni membuat gambar di atas daun lontar atau sering disebut prasi dilakukan di Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Kesiman, Denpasar, Minggu (4/9). Pembuatan komik khas Bali itu dilakukan oleh komunitas seni prasi bernama Oprasi dengan melibatkan 17 pegiat prasi, yang membuat prasi sepanjang 4 meter sekitar dua minggu.

Koordinator Oprasi Wayan Trisnayana menjelaskan, pembuatan prasi ini tak hanya dilakukan oleh seniman prasi dari Bali. Ada juga seniman dari China Manado dan pecinta prasi asal Flores. “Membuat prasi ini adalah sebuah meditasi seni. Saat menggoreskan pangrupak (pisau kecil untuk menulis di daun lontar) semua energi dan konsentrasi berpusat pada tangan,” kata Trisna.

Sementara untuk pembuatannya juga cukup sulit karena harus membuat per lembar yang kemudian disusun sesuai bentuk yang dibuat. Untuk membuat satu lembar prasi memerlukan waktu hingga 2 jam. Kemarin juga digelar pelatihan visualisasi karya fiksi melalui naskah lontar, menghadirkan puluhan pegiat lontar dan perupa yang berasal dari kawasan Kesiman dan juga alumni Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, Singaraja.

Sementara itu, Kelian Penggak Men Mersi Kadek Wahyudita mengatakan masih banyak yang perlu dikembangkan dalam dunia seni prasi ini, termasuk alih wahana. Jika digarap serius, selain melahirkan nilai estetik yang tinggi, bisa juga melahirkan rupiah. “Prasi bisa menjadi buah tangan atau cinderamata khas Bali,” tegasnya.

Bagi Wahyudita, prasi ini adalah karya monumental Bali yang khas karena dibuat di atas daun lontar. “Mungkin dalam seni lukis ada lukisan Kamasan, lukisan gaya Nagasepaha dan lainnya. Namun ada lagi yang khas yakni prasi ini,” imbuh dia.

Dirinya menilai, ke depan seni prasi ini harus bisa dibuatkan satu ekosistem yang berkelanjutan. Sehingga seni ini tak hanya berhenti sebagai sebuah karya seni, tapi bisa melahirkan komoditi baru semisal kaos bergambar prasi.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #Penggak Men Mersi #upacara #Dibuat Libatkan Seniman China & Flores #hindu #pura #tradisi #prasi #Komik Khas Bali