Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik Hindu Bali; Ada Prosesi Mepeed Menjungjung Dewa Nini

I Putu Mardika • Kamis, 22 Juni 2023 | 19:30 WIB
TRADISI HINDU BALI: Tradisi Nedunin Dewa Nini di Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara pada saat Purnama Kedasa juga diikuti dengan tradisi mepeed.
TRADISI HINDU BALI: Tradisi Nedunin Dewa Nini di Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara pada saat Purnama Kedasa juga diikuti dengan tradisi mepeed.

Tradisi Hindu Bali Nedunin Dewa Nini di Desa Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali juga diisi dengan mepeed. Tradisi unik ini dilakukan dengan Mengarak Dewa Nini ke Pura Desa/Puseh dengan cara berbaris seperti pawai yang dilaksanakan oleh ibu-ibu setempat.

“Pada saat Mepeed, semua ibu-ibu menjunjung Dewa Nini di atas kepala (mesuwunan) dipayungi oleh payung suci (tedung) dengan berpakaian adat bali dan diiring pula oleh gamelan tradisional bali (baleganjur) yang dilakukan oleh kaum lelaki di desa ini mulai dari Bale Banjar hingga Pura Desa/Puseh tepatnya di Bale Agung,” kata Bendesa Ngurah Oka Sudarma.

Bale Agung ini merupakan bangunan seperti panggung yang panjang dan tinggi tempat meletakkan Dewa Nini ini. Pada hari itu juga diadakan acara Mesoda dan sembahyang bersama seluruh warga sebagai wujud terima kasi atas hasil panen yang diterima.

Baca Juga: Hindu d Bali; Tradisi Unik Agraris Nedunin Dewa Nini tetap Lestari di Perkotaan
Keesokan harinya yaitu bertepatan dengan Hari Bulan Purnama Kedasa merupakan puncak upacara. Diadakan acara pependetan, yaitu tarian sacral, ilen ilen tetoyan hingga persembahyangan bersama yang dimulai jam 19: 00 hingga selesai.

Hari ke-3 yang merupakan hari terakhr dari rangakaian upacara Nedunin Dewa Nini ini jatuh sehari setelah Purnama Kedasa. Diawali dengan menghaturkan persembahan sesajen (Mesode), menghaturkan Caru Penyineb yang merupakan semacam upah kepada roh /kekuatan jahat agar tidak menggganngu upacara dan masyarakat.

Acara selanjutnya setelah mecaru adalah membawa pulang Dewa Nini ini ke rumah masing-masing dan menstanakan di Lumbung padi (Jineng) atau plangkiran dapur yang terdapat di sisi timur laut masing-masing dapur warga.

“Dengan berakhirnya rangkaian acara Nedunin Dewa Nini ini, warga diperbolehkan dengan leluasa memanen padi dan mengolah menjadi beras hingga nasi yang dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok, karena telah menghaturkan kepada Tuhan dengan sebutan Dewa Nini atau Dewi Sri,” pungkasnya.

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#hindu bali #hindu #Nedunin Dewa Nini #tradisi unik