SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ada sejumlah titik atau tempat untuk menghaturkan saiban atau Yadnya Sesa yang dilaksanakan setiap hari oleh umat Hindu di Bali. Titik ini pun tidak sembarangan karena ada makna filosofis yang melandasinya. Selain itu ada mantra yang harus diucapkan dalam ngaturang Saiban atau Yadnya Sesa.
Jika dilihat dari sarana Yadnya Sesa yang dihaturkan sangatlah sederhana. Seperti daun pisang yang dipotong segi empat. Kemudian ada nasi sebagai persembahan pokok. Ada pula lauk, sayur maupun garam yang dipersembahkan.
Nasi merupakan makanan pokok manusia yang bermula dan beras dan melalui proses memasak ini yang disertai dengan bantuan kekuatan Dewa Brahma dengan panasnya api, kekuatan Dewa Wisnu dengan air, dan kekuatan Dewa Siwa untuk “Nyupat” atau menyucikan beras sehingga bisa masak berubah menjadi nasi.
Selain garam, ada pula Air juga sebagai sarana untuk melengkapi melaksanakan Yadnya Sesa. Kekuatan air sebagai simbol dari Dewa Wisnu berfungsi untuk menenangkan dan menyejukkan kehidupan umatnya.
Pelaksanaan Yadnya Sesa atau Ngejot ini ditujukan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa beserta dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Raditya atau Sang Hyang Surya dan di Kemulan.
Mantra Yadnya Sesa di Kemulan
Om Ang, Ung, Mang Paduka Guru, Ya Namah Swaha
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud Wijaksara Ang-Ung-Mang atau Tri Guru, hamba bersujud pada-Mu.
Kemudian persembahan di Taksu.
Mantra Yadnya Sesa di Taksu
Om Ang, Ung, Mang Paduka Guru Ya Namah Swaha
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud Wijaksara Ang-Ung-Mang atau Tri Guru, hamba bersujud pada-Mu.
Persembahan ini juga dihaturkan pada pelangkiran.
Mantra Yadnya Sesa di Pelangkiran
Om Om Dewa Datta Ya Namah Swaha
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Purusa Predana, sebagai sumber dari kehidupan, hamba bersujud pada-Mu
Kemudian ada juga saiban yang ditujukan kepada Sang Hyang Brahma bertempat di tungku atau tempat memasak.
Mantra Yadnya Sesa di Tungku atau Tempat Masak
Om Sang Hyang Tri Agni Ya Namah Swaha.
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Agni, sebagai penguasa penerang dalam kegelapan, sebagai sumber energi bagi kehidupan, hamba bersujud pada-Mu.
Selanjutnya maturan saiban kepada Sang Hyang Wisnu bertempat di tempat menyimpan air atau bisa juga disumur.
Mantra Yadnya Sesa di Sumur atau Tempat Penyimpanan Air
Om Gangga Dewya Namah Swaha.
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Dewi Gangga, hamba bersujud pada-Mu.
Baca Juga: Tri Ma Landasan Yadnya Umat Hindu di Bali
Saiban yang dihaturkan kepada Sang Hyang Amerta atau Dewi Sri bertempat di penyimpanan beras atau nasi.
Mantra Yadnya Sesa di Tempat Penyimpanan Beras atau Nasi
Om Sri Dewya Namah Swaha.
Artinya:
Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai penguasa Amertha, hamba bersujud pada-Mu.
Tidak ketinggalan, saiban juga dipersembahkan kepada Sang Hyang Pertiwi bertempat di halaman rumah yang juga ditujukan kehadapan bhuta-bhuti. Kehadapan Penunggun Karang bertempat di Tugu.
Mantra Yadnya Sesa di Halaman Rumah dan Penunggun Karang
Om Ang, Ung, Mang Paduka Guru Ya Namah Swaha
Artinya;
Ya Tuhan, dalam wujud Wijaksara Ang-Ung-Mang atau Tri Guru, hamba bersujud pada-Mu.
Saiban juga dilakukan di tempat ari-ari.
MantraYadnya Sesa di Tempat Ari-ari
Ih, Anta, Preta, Bhuta, Kala Dengen, Ya Namah.
Artinya:
Ya Anta, Preta. Butha, Kala Dengen hamba bersujud pada-Mu.
Tidak lupa juga dihaturkan kehadapan Bhatara-Bhatari dan roh suci leluhur bertempat di Merajan dan Sanggah yang lainnya. Serta pada tempat-tempat yang lainnya yang dipandang perlu dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan setempat.