Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Hindu Bali; Nangluk Merana di Kuta, Pelawatan Ida Bhatara Diiring Ngider Bhuana

I Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 14 Juli 2023 | 03:09 WIB
Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista
Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista

BADUNG, BALI EXPRESS - Desa Adat Kuta menggelar Upacara Nangluk Merana setiap Kajeng Kliwon Uwudan atau Enyitan pada sasih keenem. Pelaksanaan pada salah satu tradisi Hindu di Bali ini, enam Pelawatan Ida Bhatara akan diiring ngider bhuana sebelum menuju Pura Dalem Khayangan.

Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, enam Pelawatan yang akan diiring menuju Pura Dalem Khayangan, yakni dari Banjar Pelasa, Pemamoran, Banjar Pande Mas, Tegal, Pura Lamun di Banjar Segara, Pelawatan di Puri Satria Dalem Kaleran. Selain itu ada juga Joged Pingit, Banjar Tengah dan Sang hyang Jaran, Banjar Buni. Namun tidak diiring menuju Pura Dalem Khayangan. “itu hanya upakaranya saja,” ucap Wasista.

Pelaksanaan nangkluk merana diawal dengan upacara di depan pura Segara untuk membersihkan merana di pantai dan laut. Kemudian upacara di Catus pata Kuta untuk membersihkan merana di area Desa Adat Kuta. “Kedua upacara ini dilaksanakan sejak pagi, biasanya pukul 06.00 wita,” ujarnya

Setelah pelaksanaan dua upacara tersebut, Wasista menerangkan, Pelawatan Ida Bhatara mulai diiring ngider bhuana atau mengelilingi wilayah Kuta. Dalam pelaksanaanya juga akan dihaturkan pecaruan di setiap wilayah. “Pelawatan Ida Bhatara akan ngider bhuana sebelum menuju Pura Dalem Khayangan. Juga dalam prosesinya dihaturkan pecaruan di masing-masing wilayah sebanyak 2-3 tempat. Dalam prosesi ini biasanya aka nada yang ngurek,” jelasnya.

Prosesi ngider bhuana, pihaknya menyebutkan, sebagai membentengi dan menetralisir Desa Adat Kuta dari mala. Untuk prosesi selanjutnya akan dipusatkan di Pura Dalem Khayangan. Dalam pelaksanaan prosesi upacara di Pura Dalem Khayangan akan dihaturkan sgehan agung yang dibarengi dengan penyembelehan kucit butuhan atau anak babi laki-laki berwarna hitam. “Pelaksanaan prosesi ini para sadeg akan berebut minum darah kucit butuhan. Para sadeg ini dalam kondisi kerauhan (trans),” imbuhnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kajeng kliwon #hindu #tradisi #kuta