Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Makna Upacara Yadnya Umat Hindu Menurut Sastra

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 23 Juli 2023 | 17:08 WIB
Prosesi pelaksanaan upacara yadnya oleh umat Hindu di Bali.
Prosesi pelaksanaan upacara yadnya oleh umat Hindu di Bali.

BALI EXPRESS- Dalam kitab suci Atharwa Weda menjelaskan bahwa yajna (yadnya) adalah merupakan salah satu pilar penyangga tegaknya kehidupan di dunia ini.  Dalam kewajibannya umat melaksanakan yajna sudah barang tentu memiliki tujuan yang pasti sebagaimana dijelaskan didalam ajaran Hindu sendiri.

Menjalankan yajna adalah untuk menuju dan mencapai hidup yang sejahtera dan bekerja atau kelepasan yakni menuju bhakti yang murni menjadi pelayanan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa (Sri Kresna) Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra, VI.35, ada disebutkan :

Rinani trinyapakritya manomokse nawecayet

Anapakritya moksam tu sewanamo wrajatyadhah

Artinya:

Kalau ia membayar tiga macam hutangnya (kepada Tuhan, kepada leluhur dan kepada orang tua), hendaknya ia menunjukkan pikirannya untuk mencapai pembebasan akhir, ia yang mengejar kebebasan akhir ini tanpa menyelesaikan tiga macam hutangnya akan tenggelam ke bawah yaitu neraka.

Sebab agama Hindu mengenal adanya lima macam yajna (pengorbanan suci) yang dinamakan Panca Yajna, yaitu : Deva Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna dan Bhuta yajna.

Di antara rumusan yajna yang terdapat dalam berbagai sastra-sastra suci, adalah rumusan Panca Yajna yang terdapat dalam lontar Agastya Parwa .

Adapun bagian dari Panca Yajna tersebut adalah sebagai berikut:

Deva yajna, adalah persembahan dengan minyak biji-bijian kehadapan Deva Siwa dan Deva Agni di tempat pemujaan Deva Berdasarkan penjelasan di atas, Dewa Yajna merupakan yajna terpenting yang harus dilakukan umat Hindu dimana Dewa Yajna ini merupakan ucapan terima kasih kepada Tuhan karena memberi hidup;

Manusa Yajna, adalah yajna untuk manusia yang dilaksanakan dan awal proses kehidupan manusia yaitu dari dalam kandungan hingga menjelang mati;

Bhuta yajna, adalah yajna yang ditunjukan kepada para bhuta. Bhuta merupakan unsur-unsur yang membentuk terdiri dari 5 unsur, yaitu : apah, teja, bayu, pertiwi dan akasa. Kata Bhuta sering dihubungkan dengan kala yang artinya waktu, jadi bumi atau alam ini adalah bhuta.

Rsi Yajna adalah yajna yang dipersembahkan kehadapan para Maha Rsi. Beliau adalah orang yang berjasa menyebarkan dan menjabarkan kitab suci demi kepentingan umat manusia, adapun bentuk-bentuk penghormatan yang wajib dilakukan antara lain Punya, Rsi Bhojana, belajar dan mengajar; dan

Pitra Yajna adalah yajna yang dipersembahkan kehadapan para leluhur, karena leluhurlah kita ada dan kita berhutang jasa berupa kelahiran. Pitra yajna juga berarti memprateka atau menyucikan orang yang telah meninggal, sebagai proses pengembalian Panca Mahabhuta kepada sumbernya.

Pada hakekatnya pelaksanaan yajna dalam ajaran agama Hindu merupakan satu kesatuan yang utuh dan seluruh ajaran dan aktifitas bagaimana.

Dapat dikatakan unsur yang sangat penting dan kehidupan beragama. Bagaikan sebutir telur, kulit telur adalah upacara atau upacara, putih telur adalah susila, kuning telur adalah inti sari ajaran agama Hindu (tattwa).

Demikian upacara atau upacaranya merupakan kulit luar dan ajaran agama yang tampak dilaksanakan dalam kehidupan sehari-harinya oleh umat Hindu.  (*)

Editor : I Made Mertawan
#bali #kitab suci #hindu #panca yadnya