Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Tiga Jenis Pakaian Adat Umat Hindu di Bali, Sudah Tahu?

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 7 November 2023 | 15:21 WIB

 

Umat Hindu di Bali tengah melaksanakan persembahyangan ke pura menggunakan pakaian adat.
Umat Hindu di Bali tengah melaksanakan persembahyangan ke pura menggunakan pakaian adat.

BALI EXPRESS- Dewasa ini globalisasi sangat memengaruhi zaman. Segala aspek menjadi berubah akibat dari arus globalisasi. Termasuk etika dalam menggunakan pakaian adat Bali.

Sejak dahulu hingga sekarang pakaian adat Bali selalu berubah sesuai perkembangan zaman.

Seharusnya dalam menggunakan pakaian adat Bali terutama untuk persembahyangan sesuai dengan tata cara yang berlaku. 

Dengan demikian pakaian yang dipergunakan dalam memasuki areal pura sangatlah tidak bertentangan dengan etika memasuki tempat suci, khususnya pura.

Namun dewasa ini banyak umat Hindu terutama para remaja dalam memakai pakaian adat sudah tidak sesuai dengan aturan. 

Tak sedikit malah lebih condong meniru berbusana yang trending atau mengikuti zaman tanpa adanya pemahaman berbusana ke pura.

Salah satu Penyuluh Agama Hindu,  Ni Luh Putu Deny Purwanthi  menjelaskan dasar konsep dari pakaian adat Bali adalah konsep tapak dara (swastika).

 “Tubuh manusia dibagi menjadi tiga yang disebut dengan Tri Angga, yang terdiri dari Dewa Angga, dari leher ke kepala. Manusa angga, dari atas pusar sampai leher. Butha Angga, dari pusar sampai bawah,” jelasnya.

Pada saat manusia tidak berbusana adat, tubuh manusia masih suci, belum dibagi-bagi menurut konsep Tri Angga.

Konsep ini baru terbentuk ketika manusia sudah menggunakan pakaian adat. Sebenarnya tidak ada lontar-lontar yang menunjukkan tentang busana adat Bali.

Secara umum pakaian adat Bali dibagi tiga yaitu busana adat nista yang digunakan sehari-hari, ngayah dan tidak digunakan untuk persembahyangan (busana adat yang belum lengkap).  

 “Busana adat madya, itu digunakan untuk persembahyangan (secara filosofis sudah lengkap). Busana adat agung : untuk upacara pernikahan/pawiwahan (sudah lengkap secara aksesoris),” pungkasnya. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pakaian adat #hindu