1. Pasiraman Dedari
Taman Tirta Penglukatan Campuhan merupakan salah satu tempat melukat di kawasan Bali Tengah. Lokasinya berada di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Tempat tersebut disebut dengan Pasiraman Dedari. Lokasinya sedikit tersembunyi dan medan yang licin dengan bebatuan berlumut.
Masuknya melalui lorong sungai berdinding bebatuan setinggi 15 meter.
Melukat di pesiraman dedari ini bisa membuat penampilan menjadi lebih awet muda.
2. Pancoran Solas
Tempat melukat di kawasan Bali Tengah lainnya adalah Pancoran Solas. Tempat melukat ini berada di Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli, Bali.
Aksesnya mudah dijangkau lewat jalur Desa Tulikup, Gianyar.
Melukat di Pancoran Solas dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit baik medis hingga non medis.
Selain itu, juga sebagai tempat memohon keturunan dan menyembuhkan Agoraphobia atau takut dengan keramaian.
Bagi yang terkena penyakit kiriman, melukat di tempat ini biasanya langsung muntah.
- Pancoran Desa Sedit
Tempat melukat yang satu ini terletak di Desa Sedit, Bebalang, Bangli, Bali Tengah.
Tempat melukat ini tak hanya didatangi masyarakat Hindu Bali, tetapi juga non Hindu.
Ada 11 pancoran suci sebagai tempat melukat yang terletak di pinggir tebing.
Pancoran ini diyakini sebagai tempat pembersihan dari segala kekotoran serta kesialan.
Selain sebagai sarana pembersihan dan buang sial, pancoran 11 juga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit niskala dan mohon agar punya anak.
Dari cerita mulut ke mulut , tempat melukat ini sudah ada berbarengan dengan Pura Dang Kahyangan yang ada di Bangli.
Kesebelas pancoran tersebut juga digunakan sebagai tempat melasti seluruh pura di Bangli.
Untuk melukat dimulai dengan menghaturkan sembah bhakti di pura dan di palinggih sebelas pancoran. Setelah itu berendam di sungai, lalu dilanjutkan dengan melukat dari pancoran paling Barat lalu menuju pancoran sisi Timur.
Terakhir, melukat di sembilan pancoran yang berjajar. Malukat di sembilan pancoran tersebut adalah prosesi terakhir sebelum diakhiri dengan bersembahyang di Pura Saha.
- Yeh Mampeh
Sumber mata air Yeh Mampeh di wilayah Banjar Pengiangan Kawan, Susut, Bangli juga merupakan tempat melukat.
Berada di dasar jurang sedalam lebih dari 100 meter, mata air Yeh Mampeh juga menjadi tempat melukat yang direkomendasikan di Bangli.
Hal ini tak lepas dari manfaat mata air ini yang diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya adalah menyembuhkan anak yang mengalami keterlambatan berbicara.
Berada di sisi barat wilayah Banjar Pengiangan Kawan, tempat melukat ini berada di dasar jurang.
Tempat melukat ini ditempuh dengan berjalan kaki menuruni tebing dengan kemiringan sekitar 45 derajat sejauh 300 meter.
Menurut warga setempat, mata air untuk tempat melukat ini sudah ada sejak lama. Namun tidak ada yang tahu pasti kapan tempat ini pertama kali ditemukan.
Hanya saja orang percaya bahwa tempat melukat ini memang untuk memohon obat bagi anak balita yang mengalami keterlambatan untuk bisa berbicara.
Mata air Yeh Mampeh keluar dari sebuah lubang di dalam cekungan tebing.
- Mata Air Pura Beji Selati
Sumber air yang terletak di sisi Sungai Sangsang, Banjar Selati, Desa Bunutin, Kecamatan Bangli juga menjadi tempat malukat.
Menurut warga di Banjar Selati, sumber mata air ini menjadi tempat pasucian Ida Bhatara Pura Pusering Dalem Pingit, Banjar Selati.
Sumber mata air itu sudah ada sejak dulu. Namun, akses untuk menuju ke sumber mata air terbilang terjal.
Ada enam pancuran di tempat tersebut, yakni Pancuran Tri Mala, Panca Mala, Asta Pungku, Dasa Mala, Tirta Pingit, dan Tirta Bangkwanta.
Secara niskala air dari semua tirta dipakai untuk melebur (membersihkan) karang (pekarangan), memohon keturunan, hingga mengobati berbagai penyakit medis dan nonmedis.