BALI EXPRESS - Pujawali Pura Bukit Kursi dilaksanakan setiap Hari Raya Saraswati, sedangkan piodalan alitnya dilaksanakan setiap hari umanis Galungan.
Namun pengunjung membludak pada hari Purnama Tilem.
Sarana yang dibawa pada saat bersembahyang di Pura Bukit Kursi bisa berupa canang maupun banten Pejati.
Pemangku berada di sana setiap hari dari jam 07.00 pagi sampai malam (sampai pengunjung habis).
Soal Pura Bukit Kursi yang diasumsikan masyarakat sebagai tempat memohon jabatan, Bendesa Adat Pemuteran Jro Mangku I Ketut Wirdika mengatakan, tidak hanya untuk memohon jabatan tinggi bagi orang yang belum jadi apa-apa, tetapi juga tempat memohon jabatan yang sesuai agar tidak menyalahgunakan jabatan yang dipegang.
Selain melakukan wisata spiritual, pemedek yang nangkil disarankan tidak melawatkan moment saat matahari terbenam jika nangkilnya sore hari.
Dari ketinggian Bukit Kursi terlihat sang surya perlahan-lahan mulai pulang dari peraduannya.
Selain menikmati sunset, para pemedek juga bisa menikmati indahnya pemandangan pedesaan dari atas bukit.
Bukit Kursi bukanlah sembarang bukit, selain sarat dengan nuansa spiritual, pesona alam yang disuguhkan juga menakjubkan.
Tak sulit menjangkau pura ini. Pengunjung bisa datang dengan berbagai model transportasi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Arahnya ke barat dari kota Singaraja yang berjarak sekitar 58 km. Butuh waktu tempuh hingga 1,5 jam untuk sampai di lokasi.
Posisi Pura Batu Kursi sekitar 700 m ke barat daya dari Pura Pemuteran.
Sebelum melakukan persembahyangan, pemedek bisa nangkil terlebih dahulu di Pura Pemuteran. Dengan harapan, agar persembahyangan ke Pura Bukit Kursi berjalan lancar.
Dari areal parkir, kemegahan Pura Batu Kursi sudah terlihat. Meski pemandangan rumput kering tersaji, vibrasi spritual begitu kuat dirasakan.
Jarak tempuh dari bawah menuju Pura Batu Kursi sekitar 30 menit dengan melewati ratusan anak tangga.
Editor : Nyoman Suarna