BALI EXPRESS - Dalam agama Hindu dikenal ajaran bernama satya, yaitu sebuah bentuk kebenaran yang mencakup nilai-nilai kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab.
Menurut Penyuluh Agama Hindu, Ni Made Ayu Suniari, satya tidak hanya merupakan serangkaian nilai moral, tetapi juga merupakan suatu kebenaran yang akan membawa manusia pada ketenangan.
Dalam konteks Hindu, terangnya, satya terdiri dari lima macam kesetiaan yang disebut dengan Panca Satya.
Menurut Suniari, Panca Satya berasal dari kata "Panca" yang berarti lima, dan "Satya" yang artinya jujur, setia, dan tanggung jawab.
"Jadi Panca Satya mengandung makna kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab yang menjadi sifat dan hakikat Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai bagian dari Sradha," paparnya.
Konsep Panca Satya menyoroti pentingnya nilai-nilai kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Suniari menekankan bahwa satya tidak hanya bersumber dari interaksi dengan orang lain, melainkan juga muncul dari diri sendiri.
Dengan menerapkan satya, manusia dapat memperoleh kepercayaan yang mungkin tidak semua orang bisa memilikinya.
Lebih lanjut Suniari merinci lima aspek dari Panca Satya:
- Satya Wacana: Kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran dalam berkata-kata. Tidak mengucapkan kata-kata yang tidak sopan.
- Satya Hredaya: Kesetiaan terhadap kebenaran dan kejujuran hati, berpendirian teguh, dan tidak terombang ambing.
- Satya Laksana: Sikap setia dan jujur mengakui serta mempertanggungjawabkan kebenaran dari segala perbuatan yang telah dilakukan.
- Satya Mitra: Kesetiaan dan kejujuran kepada teman dalam segala hal, serta berusaha untuk mengarahkan tindakan agar selalu berdasarkan pada ajaran agama.
- Satya Samaya: Kesetiaan dan kejujuran terhadap janji yang telah diucapkan serta memenuhi segala sesuatu yang timbul akibat ucapan janji itu.
Suniari juga menyoroti peran penting kesetiaan dalam kepemimpinan, dengan menyatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya memiliki lima sikap kesetiaan, yang mencakup Sikap Satya Hredaya (jujur pada diri sendiri), Sikap Satya Wacana (jujur pada perkataan).
Selanjutnya Sikap Satya Samaya (jujur pada janji), Sikap Satya Mitra (jujur pada teman), dan Sikap Satya Laksana (jujur pada perbuatan).
Dengan penekanan pada konsep Satya, Suniari mengungkapkan bahwa kejujuran adalah sifat yang membawa manusia pada ketenangan.
Menurutnya, satya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa dianggap sebagai kebenaran yang akan ditemukan melalui kebenaran itu sendiri.
Dengan kata lain, imbuhnya, satya bukan hanya sebuah nilai, tetapi juga merupakan sarana untuk mencapai pemahaman spiritual dan keseimbangan dalam kehidupan.
Editor : Nyoman Suarna