Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri dan Pesona Ilmu Pengasihan atau Pelet Bali: Ada 6 Lontar 

I Putu Mardika • Rabu, 20 Maret 2024 | 06:00 WIB
Putu Suarsana, Pembaca Lontar di UPTD Gedong Kirtya Singaraja.
Putu Suarsana, Pembaca Lontar di UPTD Gedong Kirtya Singaraja.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Bali, sebuah pulau yang kaya akan budaya dan tradisi, juga menyimpan salah satu warisan leluhur yang penuh misteri: ilmu pengasihan atau yang lebih dikenal dengan sebutan pelet.

Namun, mengapa dan bagaimana ilmu pengasihan ini muncul, masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

"Dari sekian banyak manuskrip yang ditemukan mengenai ilmu pengasihan, kebanyakan membahas tentang asmara atau cara menarik perhatian lawan jenis hingga menciptakan kesuksesan dalam karir," ungkap Putu Suarsana, Pembaca Lontar di UPTD Gedong Kirtya Singaraja.

Dengan latar belakang yang kaya akan cerita asmara, enam lontar yang baru-baru ini berhasil diterjemahkan oleh Penelusuran Bali Express mengungkapkan bagian kecil dari rahasia ini.

Menurut Suarsana, keenam lontar tersebut saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama: memikat hati lawan jenis.

"Salah satunya, lontar Piolas I Bangkung Buang, menggambarkan penggunaan sarana yang unik, seperti tangkai daun sirih yang dilemparkan ke dada target," katanya.

"Namun, efeknya bisa jadi cukup mengerikan, membuat orang yang terkena pelet ini seperti babi betina yang sedang birahi," ungkapnya.

"Tidak hanya soal asmara, ilmu pengasihan juga terkenal melalui ajian Jaran Goyang, yang masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Namun, apakah ilmu ini masih digunakan atau telah terlupakan, masih menjadi misteri," tambahnya.

Sementara itu, lontar Pangeger I Buta Siyu menunjukkan cara yang sederhana namun mematikan, di mana orang yang terkena pelet ini bisa menolak untuk makan dan minum selama 100 tahun.

Hal serupa juga terdapat dalam lontar Piolas Ibu Pertiwi, yang menggunakan tanah bekas injakan target sebagai sarana untuk memikat.

Namun, selain misteri dibalik efek fisiknya, ilmu pengasihan juga melibatkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar mantra dan sarana yang terkandung dalam lontar dapat bekerja dengan efektif.

Ini menegaskan bahwa ilmu pengasihan tidaklah semudah yang dibayangkan, dan kekuatannya hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memahami dengan baik.

"Keenam lontar pengasihan ini hanyalah sebagian kecil dari warisan mistis yang tersebar di Bali. Namun, sisi gelapnya yang terkandung dalam mantra-mantra ini menegaskan bahwa ilmu pengasihan tidaklah tanpa risiko, dan penggunaannya perlu dipertimbangkan dengan bijak," tegasnya. ***

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #lontar #pengasihan #ilmu #pelet