DENPASAR, BALI EXPRESS - Bali, yang terkenal dengan budaya yang kaya dan akarnya yang dalam pada tradisi Hindu, menampilkan berbagai jenis alat upacara selain Bajra yang umum dikenal.
Salah satunya adalah berbagai jenis Bajra dan Genta, masing-masing memiliki peran penting dalam ritual keagamaan.
Salah satu instrumen tersebut, Genta Orag, yang terbuat dari kuningan, memiliki lonceng kecil yang tersusun dengan indah di dalam suatu tempat yang dihiasi dengan ornamen yang beragam.
Biasanya digenggam dengan pegangan, gemerincing melodisnya terdengar saat digoyangkan dari sisi ke sisi.
Bentuk dan desain yang beragam menambah daya tariknya, memberikan pemandangan yang menarik bagi para penonton.
Menurut Mangku I Wayan Satra, seorang tokoh terkemuka di Bali yang diwawancarai oleh Bali Express (Grup Jawa Pos) pada Selasa (10/11/2016), Genta Orag memiliki tujuan khusus:
"Digunakan untuk mengusir roh beracun atau berbisa yang menyebabkan gatal."
Instrumen lain yang menakjubkan, Genta Uter atau Bajra Uter, juga terbuat dari kuningan, menampilkan batang kecil dan hiasan yang berornamen.
Penggunaannya melibatkan mengetuknya sekali dengan tongkat kecil dan kemudian memutarnya searah jarum jam di sepanjang tepinya.
Suara bergaung yang dihasilkan oleh Bajra Uter memenuhi atmosfer, berfungsi untuk mengundang makhluk ilahi untuk menyaksikan persembahan kepada roh nenek moyang.
Dari segi pengalaman auditori, Genta menghasilkan tiga suara berbeda:
'Lembu Mangan Dukut' yang menyerupai suara lonceng sapi saat merumput, digunakan dalam upacara yang didedikasikan untuk para dewa.
'Brama Ngisep Sari,' yang mengingatkan pada desiran lebah yang melayang di atas nektar bunga, melambangkan ritual yang berkaitan dengan kemanusiaan, leluhur, dan pertapa.
Terakhir, 'Bima Kroda,' yang bergema sebagai sorakan gemuruh yang mirip dengan kemarahan pahlawan Bima, digunakan dalam upacara yang berkaitan dengan penyucian spiritual.
"Dalam upacara pemujaan, sebelum dimulainya penggunaan Genta, ritual penyucian yang dikenal sebagai Ngaskara Gentha dilakukan," jelas Mangku Satra.
Berikut penjelasan soal berbagai jenis Genta dan Bajra dengan keunikan suara dan fungsinya masing-masing dalam ritual agama Hindu di Bali:
1. Genta Orag
Genta kecil-kecil terbuat dari kuningan yang ditempatkan dalam satu wadah dengan ornamen beragam. Dipegang dengan tangkai dan menghasilkan suara gemerincing saat dikocok.
Penggunaan: Mengusir roh jahat berbisa atau beracun yang menyebabkan gatal.
2. Genta Uter/Bajra Uter
Terbuat dari kuningan dengan tongkat kecil dan ornamen beragam. Dipukul sekali dengan tongkat, kemudian diputar searah jarum jam pada bibirnya. Menghasilkan suara yang terasa memenuhi angkasa.
Penggunaan: Menurunkan para linggih Dewata Nawa Sanga untuk menyaksikan para bhuta-bhuti menerima lelabaan atau caru.
Jenis Suara Genta:
- Lembu Mangan Dukut: Suara kelontongan sapi makan rumput, digunakan untuk Dewa Yadnya.
- Brama Ngisep Sari: Suara dengung kumbang mengisap sari bunga, digunakan untuk Manusa, Pitra, Rsi Yadnya.
- Bima Kroda: Suara ribut Bima mengamuk, digunakan untuk Butha Yadnya.
Penyucian Genta: Sebelum digunakan dalam pemujaan, Genta disucikan melalui proses Ngaskara Gentha.