BALI EXPRESS - Setiap purnama sasih karo, sebuah desa kecil di tengah hamparan hijau Buleleng, Bali, menjadi sorotan atas upacara unik yang mereka gelar.
Desa Depeha, dikenal akan tradisi Hindu yang memikat, mempersembahkan sebuah ritual yang tak lazim, "Nampah Batu".
Dalam sebuah peristiwa yang dipercaya memiliki akar sejarah yang kuat, warga Desa Depeha menjalankan upacara ini dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan.
Ritual ini mempertemukan mereka dengan dimensi spiritual yang tak terjangkau oleh akal manusia biasa.
Menurut cerita yang turun-temurun, Nampah Batu bermula dari peristiwa misterius saat seorang babi hendak disembelih dalam sebuah upacara.
Namun, apa yang terjadi kemudian mengubah nasib mereka secara tak terduga.
Babi tersebut, yang seharusnya menjadi korban upacara, tiba-tiba berubah menjadi sebuah batu yang tidak bisa dihancurkan oleh senjata apapun.
Tokoh Adat Desa Depeha, Jro Ketut Juena, menceritakan bagaimana kejadian tersebut menginspirasi warga desa untuk melaksanakan upacara Nampah Batu setiap tahunnya.
Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai asal-usul ritual ini, keyakinan akan kekuatan spiritualnya telah mendorong mereka melanjutkan tradisi ini dari generasi ke generasi.
Namun, apa yang membuat upacara ini begitu menarik adalah bukan hanya aspek spiritualnya, tetapi juga pertautan eratnya dengan alam dan kearifan lokal.
Dilaksanakan setiap Purnama Sasih Karo, upacara ini memiliki keterkaitan dengan siklus alam dan budaya Hindu Bali.
Menurut Jro Juena, upacara ini sengaja dihindari dari pelaksanaannya saat dekat dengan perayaan besar Galungan dan Kuningan, menandakan kesadaran akan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, upacara Nampah Batu juga memberikan makna mendalam bagi pasangan suami istri baru di Desa Depeha.
Mereka wajib menjalani tradisi menek medesa sebagai syarat sah menjadi bagian dari komunitas desa secara spiritual.
Dengan segala keunikan dan misterinya, upacara Nampah Batu tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Bali, tetapi juga sebuah cerminan dari kekuatan spiritual dan harmoni antara manusia dan alam.
Sementara dunia terus bergerak maju, tradisi seperti ini tetap mempertahankan keasliannya, memperkaya khazanah budaya yang tak ternilai harganya. ***