Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bukan Sekadar Hiasan, Lamak dalam Hindu di Bali Merupakan Simbol Tiga Alam: Begini Cara Merangkainya

Nyoman Suarna • Selasa, 16 April 2024 | 21:11 WIB
LAMAK: Lamak memiliki arti penting dalam agama Hindu di Bali karena sebagai simbol tiga alam. Lamak dipasang di tempat suci saat upacara.
LAMAK: Lamak memiliki arti penting dalam agama Hindu di Bali karena sebagai simbol tiga alam. Lamak dipasang di tempat suci saat upacara.

BALI EXPRESS - Setiap kali dilangsungkan upacara Panca Yadnya dalam agama Hindu di Bali, Lamak menjadi salah satu elemen penting.

Tidak hanya sekadar hiasan atau sebagai elemen dekoratif semata, Lamak merupakan simbolisasi tiga alam (Tri Bhuana) dalam keyakinan Hindu, yakni bhur (bumi), bwah (alam tengah), dan swah (langit).

Ditempatkan secara khusus di berbagai palinggih atau tempat suci agama Hindu, Lamak akan menambahkan nuansa sakral ritual keagamaan.

I Wayan Sumatra, seorang seniman yang juga pakar dalam seni majejaitan, memaparkan konsep Tri Bhuana yang tercermin dalam setiap detail Lamak.

Menurutnya, setiap bagian Lamak harus mampu memvisualisasikan konsep tersebut, baik melalui struktur fisik maupun ornamen yang diaplikasikan.

Tidak hanya satu jenis, Lamak memiliki variasi seperti Lamak Galungan, Lamak Panggung, Lamak Surya, dan Lamak Sanggar Tawang, yang masing-masing digunakan dalam konteks upacara keagamaan tertentu.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Lamak juga beragam, mulai dari janur, ambu, ron, kain, hingga uang kepeng (pis bolong) yang sering disebut Salang.

Proses pembuatan Lamak dimulai dengan pembentukan jejaitan dari ron yang direndam dalam air agar tetap segar.

Kemudian, proses pembuatan alas atau aled dimulai secara bertahap dari bagian bawah hingga bagian atas. Bagian-bagian Lamak kemudian disambungkan untuk membentuk konsep Tri Bhuana dari puncak hingga pangkal.

Selain sebagai warisan budaya, Lamak mengandung nilai spiritual dan simbolis yang dalam, terutama dalam konteks kepercayaan Hindu di Bali.

Lamak memiliki berbagai motif hiasan seperti gunung, pohon-pohonan, dewa dan berbagai binantang. Ukurannya bermacam-macam, mulai dari panjang setengah meter hingga sampai 4 meter tergantung keperluan dan jenis pelinggih atau tempat suci yang hendak dipasangi lamak.

Namun saat ini, Lamak tidak hanya terbuat dari ron dan daun kelapa, tetapi juga banyak yang diprint atau dicetak di kain dengan motif hiasan yang sama dengan lamak asli. (*)

BERGAYA: Pengunjung berfoto di salah satu fasilitas Wisata Bukit Kehi Pamekasan, Minggu (7/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERGAYA: Pengunjung berfoto di salah satu fasilitas Wisata Bukit Kehi Pamekasan, Minggu (7/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERMAIN: Pengunjung berada di salah satu fasilitas Wisata Bukit Kehi Pamekasan, Minggu (7/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERMAIN: Pengunjung berada di salah satu fasilitas Wisata Bukit Kehi Pamekasan, Minggu (7/4). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
Editor : Nyoman Suarna
#bali #alam #Lamak #tiga #hindu #simbol