BALI EXPRESS - Pura Gumang, atau dikenal juga sebagai Pura Bukit Gumang, merupakan sebuah tempat suci umat Hindu yang terletak di Desa Bugbug, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Bali.
Pura ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat serta menjadi salah satu destinasi wisata spiritual yang menarik.
Berdiri megah di puncak bukit, perjalanan menuju Pura Bukit Gumang membutuhkan sedikit usaha ekstra dari pengunjung.
Ratusan anak tangga dan gerbang raksasa harus dilewati, namun pemandangan alam yang memukau sepanjang perjalanan membuat setiap langkah terasa berharga.
Pura Bukit Gumang juga dikenal sebagai Pura Bukit Batu Kursi, tempat di mana legenda tentang stana Ida Bhatara Gumang dan Dewa Ayu Mas bersemi.
Terletak pada ketinggian 305 meter di atas permukaan laut, pura ini tidak hanya menawarkan keindahan panorama alam, tetapi juga memancarkan aura spiritual yang menenangkan.
Menurut cerita yang berkembang, Pura Gumang memiliki kaitan erat dengan Pura Bukit Byaha yang terletak di sebuah gili bernama Byaha di sebelah selatan Bukit Gumang.
"Dari sini, Bhatara Gede Gumang, juga dikenal sebagai Sang Hyang Sinuhun Kidul, dan Dewa Ayu Mas memulai kisah cinta mereka," kata Tokoh Pemuda, Desa Bugbug, Wayan Sudiarta.
Pendirian Pura Gumang tidak lepas dari perjuangan dan dedikasi Ida Gede.
Beliau bukan hanya mendirikan pura, tetapi juga membuka areal persawahan, mendirikan gubuk-gubuk, dan mengajarkan masyarakat sekitar untuk bertani dan berternak.
Kisah berlanjut dengan pembentukan Desa Bugbug oleh Ida Gede.
Desa ini lahir dari usaha menyatukan gubuk-gubuk yang tersebar di areal persawahan dengan menimbun Telaga Ngembeng.
Dari sinilah Desa Bugbug menjadi tempat berkumpul dan bersatu bagi masyarakat sekitar.
Selain sebagai tempat ibadah, Pura Gumang juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat.
Setiap dua tahun sekali, masyarakat Bugbug mengadakan upacara besar di pura ini, yang dikenal sebagai Usaba Kadulu Gede.
Meski kini hanya menjadi cerita, keberadaan Ida Gede dan Dewa Ayu Mas, serta warisan mereka dalam membentuk Desa Bugbug, tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat Bali.
Pesan terakhir Ida Gede kepada masyarakat, "Panggilah namaku jika kalian membutuhkan pertolongan," menjadi warisan spiritual yang dipegang erat oleh penduduk setempat. ***