Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BOLEH PERCAYA, BOLEH TIDAK! 3 Rekomendasi Tempat Memohon Keturunan di Bali: Ada Pura dan Tempat Melukat

I Putu Suyatra • Jumat, 10 Mei 2024 | 18:56 WIB
KETURUNAN: Menurut sloka Adi Parwa, anak memiliki peran penting dalam keluarga Hindu untuk melanjutkan keturunan. (I Putu Mardika/Bali Express)
KETURUNAN: Menurut sloka Adi Parwa, anak memiliki peran penting dalam keluarga Hindu untuk melanjutkan keturunan. (I Putu Mardika/Bali Express)

BALI EXPRESS - Dalam Kitab Adi Parwa, melanjutkan keturunan dianggap sebagai sebuah bentuk pengorbanan (yadnya). Tapi, tidak semua bisa mendapatkan kesempatan itu. Makanya banyak pasangan suami istri (pasutri) di Bali yang mencari rekomendasi tempat melukat atau pura yang diyakini sebagai tempat memohon dianugerahi keturunan.  

Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga, M.Pd, menjelaskan bahwa agama Hindu menyatakan bahwa melanjutkan keturunan adalah sebuah yajna (pengorbanan) yang mulia.

Hal ini juga dinyatakan dalam Kitab Manavadharmasastra IX.138, yang menyatakan bahwa seorang anak yang akan menyeberangkan orang tuanya dari neraka disebut "putra".

Putra yang mulia disebut "putra suputra" dan merupakan tujuan ideal dari setiap perkawinan.

Menurut Ariyoga, memiliki keturunan yang "suputra" dapat menyelamatkan leluhur yang telah berada di alam niskala.

Kisah sang Jaratkaru dalam Kitab Adi Parwa menunjukkan bahwa memiliki keturunan merupakan suatu kewajiban dalam agama Hindu, dengan tujuan untuk menyelamatkan arwah para leluhur dari siksaan akhirat agar dapat menuju ke alam surga.

Berikut tiga tempat yang bisa menjadi rujukan para pasutri yang mengharapkan anugerah keturunan di Bali.

Pura Taman Mumbul di Desa Adat Kekeran, Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali.
Pura Taman Mumbul di Desa Adat Kekeran, Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali.

1.  Pura Taman Mumbul: Menemukan Kesembuhan dan Keberuntungan di Bali

Pura Taman Mumbul di Desa Adat Kekeran, Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali, menjadi oase spiritual bagi banyak orang yang mencari kesembuhan dan keberuntungan.

Pura ini terkenal dengan air suci yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan membantu mereka yang ingin mendapatkan keturunan.

Kisah-kisah Keajaiban

Banyak pamedek (peziarah) yang datang ke Pura Taman Mumbul dengan berbagai keluhan dan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Pemangku Pura Taman Mumbul, Jro Mangku I Wayan Suamba, menceritakan kisah seorang penderita kanker yang merasa jauh lebih sehat setelah melukat di pura.

Cerita lain datang dari pasangan yang telah lama menanti buah hati. Setelah melukat di pura, mereka akhirnya berhasil hamil dan dikaruniai seorang anak.

Keunikan Pura Taman Mumbul

Pura Taman Mumbul memiliki beberapa keunikan yang menarik perhatian para pamedek:

Baca Juga: SAKRAL! Lama Tak Ditarikan, Sanghyang Dedari Dibangkitkan Setelah Beri Pertanda Lewat Mimpi

Tips Berkunjung ke Pura Taman Mumbul

Pura Taman Mumbul adalah tempat yang istimewa bagi mereka yang mencari kedamaian dan pencerahan.

Dengan keyakinan dan hati yang tulus, Anda mungkin menemukan jawaban dan kesembuhan yang Anda cari.

Pura Pasek di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar
Pura Pasek di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar

2.  Menelusuri Jejak Sejarah dan Kepercayaan di Pura Pasek: Simbol Kesuburan dan Harapan Keturunan

Di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, berdiri kokoh Pura Pasek, sebuah pura yang menyimpan sejarah panjang dan kepercayaan masyarakat yang unik.

Pura ini bukan hanya tempat untuk sembahyang dan memohon berkah, tetapi juga diyakini sebagai tempat untuk memohon keturunan.

Sejarah Pura Pasek

Menurut Pemangku Pura Pacek, Jero Mangku Ketut Sudana, pura ini awalnya dikenal sebagai Pura Pacek, dan merupakan titik sentral Desa Mas.

Seiring perkembangan zaman, pura ini kemudian berubah nama menjadi Pura Pasek.

Pura ini diyakini didirikan oleh leluhur Desa Mas yang berasal dari berbagai trah, termasuk Arya, Bendesa, dan Pasek.

Saat ini, pura ini diayomi oleh 120 kepala keluarga di Desa Mas, dan hampir 100 kepala keluarga dari desa lain, seperti Bedulu, Blahbatuh, Sayan, Kedewatan, Ubud, Guliang, Buduk, Grenceng, Denpasar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, dan Karangasem.

Simbol Lingga dan Yoni: Harapan Kesuburan dan Keturunan

Keunikan Pura Pasek terletak pada keberadaan Lingga dan Yoni di jeroan pura. Lingga, yang terbuat dari batu padas abu-abu kehitaman, melambangkan Phallus (kemaluan laki-laki) dan ditempatkan di Palinggih Lingga di sebelah utara paling barat.

Sedangkan Yoni, yang terbuat dari batu Monolit, melambangkan vulva (alat kelamin wanita) dan ditempatkan di Palinggih Yoni di bagian timur pura menghadap ke barat.

Keberadaan Lingga dan Yoni ini diyakini masyarakat Desa Mas dan sekitarnya sebagai simbol kesuburan dan harapan untuk mendapatkan keturunan.

Jero Mangku Sudana menuturkan bahwa banyak pasangan yang telah berhasil mendapatkan keturunan setelah memohon di Pura Pasek.

Keyakinan dan Ketulusan Hati

Meskipun demikian, Jero Mangku Sudana menegaskan bahwa semua kembali kepada keyakinan dan ketulusan hati para pamedek (peziarah) yang datang ke pura.

"Istilahnya guyu-guyu pesaja. Tapi, kembali juga dengan keyakinan mereka yang tangkil ke sini, kalau memang tulus ikhlas pasti akan terkabul," jelasnya.

Pura Pasek: Destinasi Wisata Budaya dan Spiritual

Pura Pasek tidak hanya menarik bagi umat Hindu yang ingin memohon keturunan, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Bali.

Keindahan arsitektur pura, suasana spiritual yang tenang, dan cerita-cerita unik di balik pura ini menjadikannya destinasi wisata budaya dan spiritual yang menarik untuk dikunjungi.

Sumber air di tegalan wilayah Banjar Bujaga, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.
Sumber air di tegalan wilayah Banjar Bujaga, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

3. Menemukan Keajaiban Air Suci: Kisah Pura Panca Tirta Dalem Kupa di Karangasem

Di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, terdapat sebuah pura yang menyimpan legenda dan khasiat air suci yang luar biasa, yaitu Pura Panca Tirta Dalem Kupa.

Sejarah dan Asal Mula

Sumber air di pura ini baru ditemukan pada tahun 1953, dan baru dimanfaatkan pada tahun 1981 oleh mendiang Jro Mangku Dana, seorang pemangku dan balian di Banjar Bujaga.

Jro Mangku Dana mendapat wangsit bahwa air di pura ini bertuah untuk menyembuhkan segala penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam.

Khasiat Air Suci

Sejak saat itu, Pura Panca Tirta Dalem Kupa menjadi tempat yang dikunjungi banyak orang untuk mencari kesembuhan.

Air suci di pura ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti:

Ritual Malukat

Pamedek (peziarah) yang ingin malukat (melakukan ritual pembersihan diri) di pura ini akan dipandu oleh Jro Mangku Mekel, putra mendiang Jro Mangku Dana.

Proses malukat biasanya dilakukan di tiga pancoran air suci, yaitu:

Kisah-kisah Keajaiban

Banyak orang yang telah mendapatkan kesembuhan dan keinginannya terkabul setelah malukat di Pura Panca Tirta Dalem Kupa.

Jro Mangku Mekel menceritakan kisah-kisah menakjubkan tentang bagaimana air suci di pura ini membantu orang-orang yang menderita sakit parah atau kesulitan mendapatkan keturunan.

Lokasi dan Akses

Pura Panca Tirta Dalem Kupa terletak di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Pura ini mudah diakses dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum.

Tips Berkunjung

Editor : I Putu Suyatra
#Pura Taman Mumbul #melukat #bali #Pura Panca Tirta Dalem Kupa #pura pasek #yadnya #keturunan #hindu #rekomendasi