Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penglukatan Pecampuhan Sala Bangli: Tak Boleh Berkata aneh saat di Pasraman Tan Hana, Jika Beruntung bisa lihat Penampakan Dedari

I Putu Mardika • Rabu, 29 Mei 2024 | 05:40 WIB

Gerojogan Dedari di Penglukatan Pecampuhan Sala Bangli yang dikenal sering ade penampakan dedari
Gerojogan Dedari di Penglukatan Pecampuhan Sala Bangli yang dikenal sering ade penampakan dedari
BANGLI, BALI EXPRESS-Penglukatan Taman Pencampuhan Sala yang terletak di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali memiliki beragam kisah mistis yang menarik dikulik.

 

Dikatakan Penglingsir Desa Adat Sala, Ketut Kayana, meski beroperasi sejak tahun 2017, namun penglukatan cepat dikenal oleh pemedek. Hal itu terjadi karena memang memiliki keunikan.

“Uniknya, sumber airnya langsung dari klebutan (mata air) yang biasanya dipakai untuk panca yadnya di wewidangan desa adat sala,” katanya.

Juga ada pecampuhan yang memiliki aura yang sangat mistis dan suci. Ada juga air terjun sebanyak dua. Ada juga peninggalan masa lalu, berupa batu lingga. Inilah yang membuat tempat penglukatan begitu dikenal. Begitu juga hal-hal mistis banyak sekali

“Misal di gerojogan pesiraman dedari melihat keajaiban, apakah penampakan dedari Wanita cantik yang mulus berambut Panjang. Cerita ini tersebar dari mulut ke mulut,” paparnya.

Baca Juga: Berani Coba?Aura Mistis Melukat di Bawah Tebing, Ada 21 Sumber Air yang Bertuah

Bukan hanya itu saja, seringkali di tempat menuju Pasraman tan Hana, konon pemedek mendengarkan suara riuh, padahal sesungguhnya tidak ada orang yang lewat. Menurut cerita, disana memang sebuah perkampungan niskala

Jadi disarankan kepada pemedek jangan berkata aneh aneh. Karena ila ila dahat (fatal, Red). Bahkan, yang sering ada hal mistis di grojogan pasraman tan hana. “Karena tempatnya di pojok, jauh dari tempat penglukatan utama, agak mistis,” sebutnya.

Dari dudonan atau prosesi melukat di Penglukatan Taman Pencampuhan Sala, tercatat ada 21 tahapan yang mesti dilalui oleh pemedek. Tahapan ini wajib dilalui pemedek yang melukat dengan penuh kekusyukan.

Dimulai dari turun menyusuri alur sungai, yang menembus ke sejumlah goa dengan air terjunnya. Di masing-masing lokasi ini, ada sumber mata air berbeda dengan kekuatan yang diyakini juga oleh krama desa. Mulai dari kekuatan air suci membersihkan diri, dari penyakit hingga memohon rejeki.

Tahapan pertama, pemedek yang datang dari luar Desa Adat Sala, tentu harus membawa sarana pejati sebanyak dua buah. Pejati tersebut dihaturkan di penglukatan Pura Taman dan utamaning mandala

Pejati dihaturkan di ajeng, dan umat Hindu bisa melakukan persembahyangan bersama. Tentu setelah itu dilaksanakan melukat.

Prosesi melukat ada abangan kiwa tengen memohon permisi, melanjutkan ke pecampuhan, setelah itu dituntutun melukat. Di pecampuhan menghaturkan sesajen, kemudian melukat raup di wajah, rambut dan melukat full body.

Baca Juga: SIAP-SIAP!!Melukat di Pura Kedatuan Raksa Sidhi Bisa Muntah-Muntah jika Ada Penyakit

Selanjutnya bergeser ke pesiraman Dedari. Prosesi kemudian dilanjutkan ke Perapen Batu Lingga, Lingga Bhawa Murti, Pasraman tan Hana.

Kemudian geser ke tirta Bulakan di bawah kolam utama ada dua tirta. Kemudian Pancaka Tirta yang berjumlah lima pancoran yakni pancoran tirta pandan, tirta pule, pancoran tolak wali, pancuran tirta utama

Di sisi lain, Pemedek yang datang dari luar daerah bisa nunas tirta untuk dibawa ke merajan soang-soang.

Setelah selesai, pemedek nunas wangsuhpada. Selanjutnya megentos busana dengan pakaian kering, dan meniuju mandala utama untuk bersembahyang.

“Kalau tidak membawa perlengkapan, bisa pinjam kain merah, tidak ada pungutan biaya, namun boleh berpunia,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #mistis #bangli #hindu #desa sala