Goa Garba Pengukur Ukuran di Gianyar Bali: Jejak Sejarah Kebo Iwa dan Siasat Mahapatih Gajah Mada di Pejeng
Putu Agus Adegrantika• Kamis, 20 Juni 2024 | 03:33 WIB
Goa Garba Pengukur-Ukuran di Pejeng, Gianyar, Bali menjadi jejak Kebo Iwa dan siasat Gajah Mada.
BALIEXPRESS.ID - Tidak seperti situs bersejarah pada umumnya, Goa Garba Pengukur Ukuran di Banjar Sawa Gunung, Pejeng, Gianyar, Bali, menyimpan cerita unik yang diyakini sebagai peninggalan Patih Kebo Iwa.
Goa ini terkenal karena ornamen-ornamennya yang besar dan cerita mistis yang menyelimutinya.
Hal ini diungkapkan oleh Juru Kunci Goa, I Dewa Gede Badung, dalam wawancaranya dengan Bali Express (Jawa Pos Group) pada Kamis (5/10/2017).
Akses dan Lokasi
Goa Garba Pengukur Ukuran adalah cagar budaya yang mudah diakses. Terletak sekitar 30 menit berkendara dari Kota Gianyar, arahkan perjalanan menuju Pasar Pejeng, lalu belok kanan dan ikuti jalan hingga menemukan pertigaan.
Dari sana, belok kiri sejauh 500 meter hingga menemukan penunjuk arah Goa Garba Pengukur-ukuran.
Sejarah dan Nama
Menurut I Dewa Gede Badung, di atas goa terdapat Pura Pangukur Ukuran, yang sebelumnya dikenal sebagai Pura Dharma Anyar.
Nama ini berasal dari "Mungguing Dharma Hanar," yang berarti pendeta berada di dharma anyar, dengan jiwa yang menggelegar dan tubuh yang sakti.
Legenda Kebo Iwa
Berdasarkan lontar, pada zaman Kerajaan Bedahulu, seorang keturunan Arya Karang Buncing yang bernama Kebo Yuwa atau Kebo Taruna, dikenal dengan kesaktiannya.
Seiring waktu, ia dikenal sebagai Kebo Iwa dan bercita-cita menjadi patih di Kerajaan Bedahulu.
Untuk mencapai itu, ia harus melewati ujian kesaktian yang diadakan oleh kerajaan, termasuk melawan Patih Ki Pasung Grigis.
Meskipun Ki Pasung Grigis sangat sakti, Kebo Iwa mengalahkannya dan banyak warga kerajaan yang mencoba mengujinya meninggal, menumpuk seperti gunung, sehingga wilayah tersebut dinamai Banjar Sawa Gunung.
Kesaktian Kebo Iwa akhirnya membuatnya diangkat sebagai Maha Patih di Kerajaan Bedahulu, menimbulkan ketakutan pada Patih Gajah Mada.
Siasat Gajah Mada
Gajah Mada merencanakan untuk membunuh Kebo Iwa dengan memerintahkannya menggali sumur, lalu menimbunnya dengan batu besar.
Kebo Iwa yang sadar akan rencana tersebut tetap menggali dengan sabar.
Upaya ini gagal, dan hasil galian Kebo Iwa kini menjadi Goa Garba Pengukur Ukuran yang dijaga oleh I Dewa Gede Badung.
Pengalaman Juru Kunci
Selama menjadi juru kunci sejak 1976, Dewa Gede Badung tidak mengalami kejadian aneh, kecuali insiden ketika akan merenovasi palinggih di atas goa.
Para pekerja bangunan terpental saat mengukur dasar palinggih, namun Dewa Gede Badung berhasil mengukurnya tanpa masalah.
Aktivitas Harian
Setiap hari, Dewa Gede Badung membersihkan area goa mulai pukul 08.00 hingga 16.00, atau setengah hari jika ada kesibukan lain. Pernah ada wisatawan yang lari ketakutan setelah melihat sosok hitam besar.
Fungsi Goa
Selain sebagai obyek wisata, Goa Garba Pengukur Ukuran juga digunakan untuk nuwur tirta menjelang piodalan kahyangan tiga.
Terdapat sumber mata air berupa pancuran yang konon digunakan oleh Kebo Iwa.
Tiga Goa
Di lokasi tersebut terdapat tiga goa: goa paling selatan sebagai tempat tinggal dan meditasi Kebo Iwa dengan tapakan batu dan pahatan bajra; goa tengah sebagai tempat yoga Dewi Sri Laksmi; dan goa paling utara sebagai tempat istirahat Kebo Iwa setelah meditasi.
Goa Garba Pengukur-ukuran bukan sekadar situs bersejarah, tetapi juga pusat spiritual yang kaya akan cerita mistis dan tradisi, menjaga warisan budaya Bali di tengah arus modernisasi. ***