Pujawali di pura ini dilaksanakan saat Purnamaning Sasih kelima. Pemedek yang nangkil saat pujawali juga berasal dari Lombok dan Bali.
Hal ini tidak terlepas dari akses menuju pura yang sangat mudah. Jarak Desa Wisata Suranadi dari pusat Kota Mataram hanya 17 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan.
Sepanjang perjalanan dari kota Mataram menuju Desa Wisata Suranadi relatif aman dan mudah untuk dilalui.
Baca Juga: Melukat di Pura Suranadi Lombok, Wajib Gunakan Kain Putih, Begini Tahapannya
Hal ini karena kondisi medannya yang tidak terjal serta kondisi lalu lintas masih terbilang lancar karena jarang adanya kemacetan kecuali disaat ada pelaksanaan upacara adat.
Pemangku Pura Suranadi, Jro Mangku I Made Putra menjelaskan pemedek yang nangkil selalu ramai pada hari-hari suci keagamaan seperti hari raya Saraswati, Siwaratri, Galungan, Kuningan, purnama dan Tilem.
Selain itu masyarakat juga melakukan ritual melukat pada hari-hari libur akhir pekan seperti hari Sabtu, Minggu dan hari-hari libur nasional.
“Rata-rata pada hari biasa jumlah masyarakat yang datang berkisar antara puluhan orang, dan pada hari-hari suci keagamaan, libur akhir pekan dan libur nasional, masyarakat yang datang bisa mencapai ratusan, jika diperhatikan dari pagi hari sampai malam
Masyarakat yang datang untuk melakukan melukat bukan hanya yang beragama Hindu, namun ada juga yang berasal dari non-Hindu.
Tidak sedikit yang melukat di pura Suranadi bertujuan untuk menyembuhkan penyakit baik penyakit medis maupun penyakit non medis.
Dalam hal ini masyarakat menganggap bahwa melukat di pura Suranadi mengandung daya magis.
“Selain untuk mengobati penyakit, masyarakat yang melakukan ritual melukat juga berpendapat bahwa setelah melaksanakan ritual melukat mereka merasa menjadi lebih bersih secara lahir dan batin,” sebutnya.
Selain melukat, masyarakat dapat melaksanakan wisata religi yaitu bersembyang di pura Suranadi dan rekreasi ke dalam hutan dan wisata kuliner dengan makan sate bulayak yang merupakan makanan khas daerah Suranadi.
Salah satu yang menjadi keunikan dari mata air Suranadi adalah, sebagai satu-satunya lokasi ritual melukat di pulau Lombok yang terdiri dari lima mata air atau kelebutan yang airnya sangat dingin.
"Kalau sudah melukat tentu perasaan semakin lega. banyak yang sudah membuktikan, sehingga tubuhnya juga semakin sehat, karena sel-sel mati dibersihkan," pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika