Uniknya, aparat keamanan bisa melibatkan pasukan Mekele Gede Gamang di Pura Pulaki, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak.
Seperti yang diungkapkan Kelian Pengempon Pura Pulaki dan Pesanakan, Jro Nyoman Bagiarta.
Ia menyebutkan, pasukan ribuan gamang yang ada disini bisa dimohon untuk memberikan pengamanan secara niskala pada momen tertentu. Seperti saat hajatan Pilpres.
Jro Bagiarta menyebut pihak kepolisian pun sempat memohon bantuan pengamanan secara niskala ke Pura Gamang ini demi kelancaran Pilpres beberapa tahun lalu.
Hasilnya pun dapat dirasakan, meskipun tidak dilihat secara kasat mata.
“Dari kepolisian juga pernah meminjam pasukan Ida (gamang, Red) untuk pengamanan secara niskala saat Pilpress, pilkada. Itu ada catatannya, dan sesuai harapan, beliau secara niskala ikut membantu mengamankan,” jelasnya.
Ada sejumlah sarana yang dihaturkan jika hendak meminjam secara niskala pasukan gamang.
Seperti sarana berupa ajengan nasi tlekos sebanyak 108 buah, pala bungkah, pala gantung, laklak, tape, kelepon, lanjaran wedang, segehan pepindang macan, wenara, lipi, nasi wong-wongan.
“Buahnya pisang mas. Itu satu ijeng (tandan),” imbuhnya.
Jika tugas mengamankan secara niskala selesai, maka pihak yang menggunakan tersebut selanjutnya mengembalikan mandat pasukan gamang kepada Mekele Gede Gamang.
“Intinya beliau pasti akan membantu untuk hal-hal yang sifatnya kebaikan. Menjaga keamanan negara,” ungkapnya.
Selama ngayah menjadi pengempon Pura Pulaki, Jro Bagiarta pun kerap mengalami hal-hal mistis di Pura Gamang ini.
Ia mengaku pernah, melihat pusaran angin kencang di areal pura. Pernah juga mendengar suara gaib. Tak jarang juga ia mencium suara aroma masakan hingga cahaya.
Bagi umat Hindu yang hendak nangkil bisa kapan saja. Boleh saat hari tertentu seperti kajeng Kliwon, Purnama Tilem.
“Tapi secara umum setiap hari juga tidak masalah tergantung keperluan umat. Karena pemangkunya senantiasa di Pura,” pungkasnya.(dik)
Editor : I Putu Mardika