Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Nama dan Makna Sakral 17 Jajan dalam Banten Pulogembal: Misteri di Balik Upacara Hindu Bali

I Putu Suyatra • Rabu, 21 Agustus 2024 | 04:30 WIB

Jajan Banten Pulogembal dalam tradisi Hindu Bali
Jajan Banten Pulogembal dalam tradisi Hindu Bali

BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi Hindu di Bali, Banten Pulogembal, atau sering disebut juga Pregembal, menyimpan makna yang sangat mendalam.

Setiap komponen yang disusun dalam banten ini bukanlah sekadar ornamen, tetapi memiliki makna dan fungsi simbolis yang kuat dalam upacara keagamaan.

Pulogembal berasal dari kata "polo" yang berarti otak, dan "gembal" yang berarti berkembang.

Menurut Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran, yang saat masih walaka dikenal sebagai Drs. Ida Bagus Putu Sudarsana, Pulogembal memiliki makna sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widi untuk memberikan berbagai energi demi tercapainya kesejahteraan dan kedamaian, serta kecerdasan bagi umat manusia, khususnya bagi umat Hindu.

Ida Nak Lingsir menjelaskan dalam Lontar Tapeni Yadnya dan Pelutaning Yadnya bahwa banten Pulogembal biasanya digunakan dalam banten ayaban tumpeng 21 bungkul ke atas.

Banten ini berfungsi sebagai simbol permohonan kepada Ida Sang Hyang Widi beserta manifestasinya.

"Tujuan dari banten ini adalah agar kita diberikan kekuatan, kedamaian, dan kesejahteraan. Jadi, sebenarnya tidak ada yang disebut Banten Pregembal, yang benar adalah Banten Pulogembal," jelasnya.

Berikut adalah daftar nama dan makna dari jajan yang terdapat dalam Banten Pulogembal atau Pregembal:

1. Cili Taya

2. Aksara Ongkara

Baca Juga: Sejarah dan Kisah Mistis Pancuran Batan Pule: Tempat Melukat Tersembunyi di Bali yang Diyakini Bisa Menyembuhkan dan Menakjubkan

3. Senjata Tri Sula

4. Senjata Gada

5. Jajan Bulan

6. Cili Maya

Baca Juga: Kasta Pohon dalam Lontar Aji Janantaka: Kayu Cendana dapat Panugrahan untuk Stana Bhatara

7. Daun Ancak

8. Daun Beringin

9. Gunung

Baca Juga: Kasta dalam Tumbuhan menurut Lontar Aji Janantaka: Pantang Gunakan Kayu Cuntaka untuk Bangunan, Penghuni bisa Kepanasan

10. Cili Dedari

11. Jajan Samudra 

12. Senjata Angkus (Muksala)

Baca Juga: Sejarah Tradisi Nampah Kebo Khas Desa Pandak Gede Jelang Galungan: Sebuah Tradisi Unik di Bali

13. Senjata Gada

14. Cili Berisi Telor Itik Matang

15. Burung Angsa

16. Jajan Sesrodan

17. Cili Gendruk

Setiap elemen dalam Banten Pulogembal ini memiliki makna yang mendalam, mencerminkan kekuatan, kecerdasan, dan keharmonisan yang diharapkan dalam upacara keagamaan.

Masing-masing jajan ini dirancang dengan tujuan tertentu, untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan para Dewa. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pulogembal #Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran #Pregembal #hindu