BALIEXPRESS.ID - Desa Tenganan Dauh Tukad, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, memiliki banyak tradisi yang dilestarikan hingga kini. Selain Perang Pandan, di sana juga terdapat Laib-laiban keris.
Bendesa Tenganan Dauh Tukad, I Wayan Tisna mengungkapkan, tradisi ini rangkaian dari Aci Usaba Sambah.
Prosesinya disaat penutupan aci tersebut. "Pelaksanaannya sembilan hari setelah Perang Pandan," jelasnya belum lama ini.
Tradisi ini dikatakan diikuti oleh para truna (pemuda) di Tenganan Dauh Tukad.
Dimana mereka mengelilingi Pura Bale Agung dengan mengusungkan keris sebanyak tiga kali putaran.
"Truna semua yang melaksanakan itu," tandasnya.
Dijelaskan olehnya, tradisi ini sebagai bentuk ucapan atau ekspresi puji syukur masyarakat setempat kepada tuhan atas suksesnya penyelenggaraan Aci Usaba Sambah tersebut.
Pasalnya, dalam pelaksanaannya telah sesuai dengan harapan dan tujuan dari masyarakat setempat.
"Kalau dilihat dari filosopi, makna tradisi ini adalah suatu kegembiraan para prajurit yang telah memenangkan sebuah pertempuran dengan berlari-lari sambil mengangkat senjata atau keris," tandasnya.
Usaba Sambah di Desa Tenganan Dauh Tukad terlaksana setiap satu tahun sekali.
Prosesinya dimulai pada sasih Kelima kalender desa setempat.
Tidak sama dengan kalender Bali pada umumnya, karena disana terdapat penanggalan sendiri. ***
Editor : I Putu Suyatra