Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JARANG DIKETAHUI!! Lawar Intaran: Tradisi Unik Bali yang Hanya Bisa Ditemukan di Desa Suwug dan Penuh Makna

I Putu Mardika • Minggu, 1 September 2024 | 00:12 WIB
Lawar Intaran di Desa Suwug, Buleleng, Bali.
Lawar Intaran di Desa Suwug, Buleleng, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Siapa yang tak kenal Lawar? Hidangan khas Bali yang selalu memanjakan lidah dengan perpaduan sayuran dan daging cincang yang dibumbui sempurna.

Namun, ada satu varian lawar yang mungkin belum banyak diketahui, dan inilah yang membuatnya begitu menarik —Lawar Intaran.

Lawar Intaran, sesuai namanya, dibuat dari daun intaran, atau lebih dikenal sebagai daun mimba.

Pohon liar ini biasanya tumbuh di pinggir jalan dan dikenal dengan rasa pahitnya yang khas. Meskipun begitu, daun ini sering dijadikan bahan obat tradisional karena khasiatnya yang luar biasa.

Keunikan Lawar Intaran terletak pada sejarah dan tradisinya.

Hidangan ini hanya dapat ditemukan di Desa Pakraman Suwug, Buleleng, Bali, dan disajikan setahun sekali pada upacara Piodalan Pura Desa Suwug saat Purnama Kaulu.

Lawar Intaran diyakini sebagai simbol kehidupan pahit manis yang dialami para pendiri desa, yang dikenal sebagai Sekaa Petang Dasa, saat mereka melarikan diri dari Kerajaan Menasa dan mendirikan Desa Suwug.

"Namun, sejarah Lawar Intaran tidak lepas dari misteri. Terdapat dua versi cerita mengenai asal-usul hidangan ini," ungkap tokoh Desa Pakraman Suwug, I Wayan Nawa.

Ada yang mengatakan bahwa lawar ini awalnya dibuat dari daging kerbau, tetapi ketika kerbau yang hendak dipotong hilang secara misterius, warga desa menggunakan daun intaran sebagai penggantinya.

Cerita lain menegaskan bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, sebagai lambang tekad dan kebulatan hati para pendiri desa.

Setiap tahun, Sekaa Petang Dasa yang bertugas membuat dan menyantap Lawar Intaran sebagai bagian dari ritual Matata Linggih, sebuah prosesi yang penuh dengan aturan ketat dan simbolisme mendalam.

Dari tata cara duduk hingga harus menghabiskan hidangan tanpa sisa, semuanya diatur dengan sangat cermat, mencerminkan penghormatan mendalam terhadap tradisi.

Lawar Intaran bukan hanya sekadar hidangan, melainkan warisan budaya yang sarat makna dan penuh dengan misteri.

Bagi yang berani mencicipi, rasa pahit dari daun intaran bercampur manisnya kelapa akan membawa mereka menyelami setiap elemen rasa yang mencerminkan kehidupan itu sendiri.

Ini adalah tradisi yang tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga hati, menghubungkan setiap orang yang terlibat dengan akar sejarah mereka yang dalam dan penuh liku. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#desa suwug #bali #intaran #lawar #tradisi #buleleng