Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba: Pesona Mistis dengan 9 Mata Air dan Dua Air Terjun Sakral

I Putu Suyatra • Kamis, 5 Desember 2024 | 14:13 WIB

Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul yang tersembunyi di tengah tebing Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Bali
Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul yang tersembunyi di tengah tebing Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Bali

BALIEXPRESS.ID – Siapa sangka, Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul yang tersembunyi di tengah tebing Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Bali, menyimpan pesona unik dan aura mistis yang kuat.

Berbeda dari pura-pura beji pada umumnya yang hanya memiliki satu mata air, tempat suci Hindu Bali, ini justru memiliki sembilan mata air dan dua air terjun yang dipercaya menyimpan kekuatan spiritual.

Tidak hanya keindahannya yang memesona, tetapi juga cerita-cerita mistis yang menyelimutinya membuat pura ini semakin menarik perhatian.

Dahulu, akses menuju Pura Taman Beji sangat sulit.

Tebing-tebing terjal dan semak belukar yang lebat membuat tempat ini jarang dijamah manusia.

Bahkan, wilayah ini dikenal angker karena diyakini menjadi tempat tinggal makhluk halus seperti Tonya, Tuyul, dan Wong Samar.

Namun, kini tempat ini telah dibuka untuk umum sejak dua bulan terakhir, memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk merasakan energi unik yang mengelilinginya.

Bisikan Gaib dan Penemuan Air Terjun

Ida Bagus Eka Giri Artha, pangempon sekaligus pengelola pura, mengungkapkan bahwa kawasan ini awalnya digunakan untuk patirtaan pada prosesi Melasti, Dewa Yadnya, dan Pitra Yadnya.

Sebelum dibuka untuk umum, tempat ini penuh semak belukar yang menyembunyikan keindahan alamnya.

Ida Bagus Eka bahkan mendapat pawisik (bisikan gaib) berulang kali dengan kata-kata “goa, beji, dan toya.”

“Saya sering bermeditasi untuk memahami makna pawisik tersebut. Hingga akhirnya saya menemukan aliran air di balik tebing yang tertutup semak. Setelah dibersihkan, saya baru sadar bahwa itu bukan sekadar tebing, melainkan air terjun,” ujarnya.

Dalam proses pembersihan, ia mengaku kesulitan mendapatkan bantuan karena aura mistis tempat itu membuat banyak orang enggan turun tangan.

Namun, setelah tebing dibersihkan, terungkaplah keindahan dua air terjun yang masing-masing memiliki fungsi spiritual berbeda.

Air Terjun Pelebur Mala dan Kebahagiaan

Air terjun pertama di pura ini dikenal sebagai “pelebur mala.” Para pamedek yang mandi di bawah air terjun ini dianjurkan untuk berteriak sekeras-kerasnya sambil membayangkan rasa marah atau iri yang ingin dilepaskan.

“Setelah mandi, banyak yang merasakan ketenangan luar biasa,” jelas Ida Bagus Eka.

Sementara itu, air terjun kedua dijuluki sebagai “air terjun kebahagiaan.” Pamedek diminta membayangkan hal-hal membahagiakan saat berada di bawah guyuran air.

“Air terjun ini dipercaya mampu merealisasikan bayangan kebahagiaan tersebut,” tambahnya.

Wilayah Niskala dan Sosok Mistis

Pura ini juga dipercaya terbagi menjadi tiga wilayah niskala. Wilayah pertama, dari pintu masuk hingga jembatan, merupakan tempat tinggal Tuyul dan Tonya.

Wilayah kedua, area pura hingga air terjun, adalah Mandala Suci Ida Bhatari Ratu Niang Sakti.

Wilayah ketiga, dari aliran sungai hingga goa, menjadi tempat Wong Samar bersemayam.

“Banyak warga yang mengaku melihat Tuyul berwujud anak-anak berlari-lari di sekitar pura. Sementara Wong Samar sering muncul sebagai wanita cantik yang kerap mengganggu tukang saat bekerja,” ungkapnya.

Ida Bhatari Ratu Niang Sakti, sosok utama yang distanakan di pura ini, sering menampakkan diri dalam wujud nenek dengan perhiasan emas menjuntai.

Tak heran, beliau dipuja sebagai Dewi Rezeki, sehingga banyak pedagang dan pebisnis datang untuk memohon kelancaran usaha.

Panduan Malukat di Pura Beji

Bagi yang ingin melakukan ritual Malukat, disarankan mengikuti tahapan yang telah ditentukan.

Pamedek diminta bersembahyang di Palinggih Ratu Niang untuk matur piuning sebelum melakukan Malukat.

Ritual dimulai dengan menepuk air di ubun-ubun, tengkuk, mencuci muka, dan meminum air sebanyak tujuh kali.

Uniknya, Malukat di air terjun bawah dilakukan sambil berteriak untuk melepas energi negatif, sementara di air terjun atas, pamedek membayangkan kebahagiaan untuk mendapatkan energi positif.

Keindahan yang Penuh Makna

Kini, Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul tidak hanya menjadi tempat spiritual tetapi juga destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam sekaligus pengalaman mistis yang memukau.

Apakah Anda siap merasakan energi unik dari pura ini? Jangan lupa membawa pajati dan canang saat berkunjung! *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #hindu #abiansemal #Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba #badung