Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Watak Kelahiran Menurut Tri Wara: Pasah Cenderung Mengarah Masa Depan, Kajeng Sangat Materialistik

I Putu Mardika • Sabtu, 14 Desember 2024 | 00:16 WIB

Kalender Tika Pangalantaka karya Gede Marayana
Kalender Tika Pangalantaka karya Gede Marayana
BALIEXPRESS.ID-Pada Tri Wara terdapat tiga yaitu Pasah, Beteng, Kajeng. Tri Wara; Doro ring laku artinya pada Stula Sarira atau terkait dengan badan wadag / kasar. Waya ring Sarira artinya pada Suksma Sarira artinya terkait dengan badan halus.

Byantara ring Ati artinya pada antahkarana sarira terkait dengan badan penyebab. Doro Jabesisi berada pada sisi terluar. Waya jaba tengah berada pada sisi tengah-tengah / alam suksma dan Byantara adalah jeroan berada sebagai alam penyebab kehidupan. Dengan kata lain Doro artinya perbuatan. Waya artinya pikiran, dan Byantara artinya Atinurani.

Ketiganya Pasah pada Buwana Agung berkedudukan di alam langit. Sedangkan Galangtegeh berkedudukan pada alam bwah di siang hari, dan beteng pada alam bwah di malam hari. Dan Kajeng berkedudukan pada bhuwana agung yaitu alam bhur ataupun disebut Bhumi.

Pertama, Pasah atau Dora merupakan power Sanghyang Cika. Pasah di Bhuwana Agung berkedudukan di Langit yang banyak bintangnya sebagai power laku atau ambek. Orang yang kelahirannya ketika Pasah jangkauan pikirannya jauh, dan cenderung berbuat karena pengaruh bintang-bintang.

Pasah Jaba Sisi artinya fisik, yang dikendalikan oleh Panca Idrya artinya orang yang lahir ketika Pasah atau Dora cenderung berbuat. Dan perbuatannya mengarah kepada masa yang akan datang, maksudnya; walaupun hasilnya masih jauh tetapi itulah kesenangannya.

Kelemahannya bisa hanya angan-angan atau khayalan belaka. Orang Pasah setidaknya memiliki patner orang dengan kelahiran Kajeng yang dapat memikirkan secara realistik perencanaan jangka pendek dan jangka menengah.

Kedua, pada Tri Wara terdapat Beteng atau Waya, kedudukannya pada Bhuwana Agung adalah di alam Bwah atau Bhuwana atau alam embang. Mendapat pengaruh power Sanghyang Wacika. Orang yang lahir ketika Beteng cenderung bebas, seolah – olah mereka berada dalam ruang dan waktu yang bebas.

Sebab mereka dipengaruhi oleh Jabatengah artinya pada suksma sarira dan power darah menjadi kekuatannya. Ucapan dan bicaranya pun sering terlalu bebas. Kalau kecerdasan emosional dan intelektualnya agak rendah maka sering terjadi kata-kata yang kurang terkontrol.

Dalam ilmu seni retorika, negosiasi serta diplomasi mereka mesti banyak belajar mengatur kata-kata, alur cerita, struktur kalimat dan tata bahasa yang mereka sampaikan kepada pihak lain. Agar nantinya tidak menyakiti pihak lain dan bahkan bisa merangkul persahabatan dan persatuan dari kedua belah pihak.

Ketiga, pada Tri Wara yang ketiga ini adalah Kajeng atau Byantara, kedudukannya di Bhuwana Agung adalah di Bumi.

Mendapatkan pengaruh power Sanghyang Manacika. Orang yang lahir ketika Kajeng pola pikirnya cenderung hanya realistik dan kenyataan belaka, tidak suka mengkhayal dan mereka hanya teliti pada materialistik saja.

Kecenderungan dasar wataknya sebagai pengamat dan peneliti namun yang bersifat realita dan mereka dapat cepat mengambil kesimpulan dalam situasi yang mendadak.

Sebaiknya mereka memiliki kolega orang dengan kelahiran Pasah untuk memikirkan program-program jangka menengah dan jangka panjang. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#WEWARAN #kajeng #tri wara #watak #kelahiran #Pasah #Beteng