BALIEXPRESS.ID - Pancuran Tirta Geroh yang terletak di perbatasan Bangli dan Gianyar, Bali, tidak hanya dikenal sebagai tempat sakral, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis yang membuat bulu kuduk merinding.
Di kawasan ini, terutama di sekitar Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli, banyak yang mengaku pernah melihat sosok penampakan pendeta berpakaian serba putih yang sering melintas di area malukat.
Kisah mistis ini juga menyentuh pengalaman seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Bali.
Mereka yang datang untuk mandi di pancuran tersebut mendadak merasakan hal yang aneh dan memilih untuk membatalkan niat mereka.
“Tiba-tiba mereka telepon saya dan bilang tidak jadi mandi, memilih untuk pergi ke sungai,” ungkap Komang Ariasa, warga setempat, mengenang kejadian aneh itu.
Tak hanya itu, cerita lain pun datang dari Ariasa, yang pernah menyaksikan fenomena munculnya ikan emas besar di sekitar sungai.
Namun, ikan-ikan tersebut datang dengan cara yang misterius, hanya muncul jika ada orang yang meremehkan atau tidak percaya pada dimensi lain yang ada di Tirta Geroh.
"Yang jelas, jangan berniat buruk atau menantang tempat ini, karena pernah ada yang berniat jahat, tiba-tiba datang banyak ular," tambahnya, memperingatkan tentang kekuatan gaib yang melindungi Tirta Geroh.
Jero Mangku Wayan Suarta, seorang tokoh agama setempat, mengungkapkan bahwa Tirta Geroh dihuni oleh berbagai makhluk tak kasat mata, dengan sosok pedanda berpakaian lengkap sering muncul.
Suara genta juga kerap terdengar menjelang sore hari.
“Di sini yang berstana adalah Ida Lingsir, namun beliau tidak berkenan disebut-sebut,” ujarnya dengan penuh hormat.
Cerita mistis di Tirta Geroh semakin memanas dengan kisah penemuan keris yang dililit ular di sebuah goa, yang diyakini sebagai milik Ida Lingsir. Keris ini hanya dapat dilihat oleh orang-orang dengan keistimewaan khusus.
“Ya, keris itu tidak kelihatan oleh sembarang orang,” kata Jero Mangku.
Bagi yang ingin mengunjungi Tirta Geroh, perjalanan dimulai dari Desa Bitera, Gianyar, menuju jalur Kintamani, hingga tiba di Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli.
Lokasinya berada di bantaran Sungai Campuhan, perbatasan antara Bangli dan Kecamatan Tampaksiring, Gianyar.
Namun, untuk sampai ke lokasi, pengunjung harus menaiki lebih dari 100 anak tangga dari Pura Dalem Pingit Banjar Selat Tengah, Desa Selat. Berani mencoba dan menggali misteri Tirta Geroh? ***
Editor : I Putu Suyatra