Tradisi ini sebagai upaya bertemu untuk membicarakan berbagai persoalan hingga mencapai kesepakatan.
Bendesa Adat Bayung Gede, Jro Ketut Sukarta mengatakan, tradisi Melapu ini sebagai momentum untuk mesadu arep demi mencari titik temu atas berbagai persoalan yang ada di desa.
Ia menjelaskan, ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam proses melapu ini. Yakni mulai dari tahap sebelum melapu, tahapan saat melapu dan tahap ketiga yakni sesudah melapu dilaksanakan.
Dalam proses Melapu sangat erat kaitannya dengan sarana Kulkul dan Kesinoman atau juru arah. Media Kulkul yang dipukul dapat mengeluarkan bunyi atau suara sebagai suatu pesan yang bermakna pemberitahuan bahwa peristiwa.
Sedangkan Kesinoman merupakan petugas sesuai urutan posisi tegak (jabatan) yang ditunjuk dari kraman ngarep (warga inti) dengan masa tugas setiap 15 (lima belas hari) dengan waktu pergantian setiap hari Tilem (bulan mati).
“Kulkul dan Kesinoman berperan sebagai penyampai pesan kepada warga masyarakat. Setiap warga yang jumlahnya 163 sudah pasti akan mendapatkan bagian tugas sebagai Kesinoman atau juru arah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kesinoman sebelum dan sesudah tradisi Melapu dijalankan. Seorang Kesinoman akan meyampaikan pesan berkeliling ke setiap gang-gang desa dan rumah-rumah warga.
Melapu, atau rapat yang ada di Bayung Gede memiliki beragam jenis dan tingkatan. Seperti Melapu lingkup atau tingkatan Ulu Apad saing 16 (enam belas), Melapu lingkup Jro Peduluan/Kubayan dengan Jro Bendesa Adat, Melapu lingkup Prajuru, Melapu lingkup De Teruna-De Teruni, Melapu lingkup Desa Pengarep.
“Untuk jangka waktu, misalnya tertentu atau mendadak, purnama tilem (15 hari sekali), sasih (bulanan), warsa (satu tahun), saat upacara atau kegiatan adat. Keterlibatan warga dalam tradisi Melapu juga berbeda-beda,” imbuhnya.
Baca Juga: Alami Out Of Control, Isuzu Timpa Warung di Tabanan, Kerugian Capai Puluhan Juta
Selain Kesinoman, ada pula peran Jro Kubayan Mucuk atau oleh Jro Bendesa Adat, bahwa tugas dan tanggungjawab seorang Kesinoman juga merupakan tegak (posisi) atau kewajiban tugas berjenjang dalam konsep kepemimpinan Ulu Apad yang tidak boleh ditolak.
Pasalnya, jika tugas seorang Kesinoman ditolak oleh warga atau seseorang dari warga ngarep atau inti, maka seseorang tersebut sudah memutus rantai jenjang konsep kepemimpinan Ulu Apad.
Ia menambahkan, kegiatan mepengarah (mewartakan pesan) ini adalah kegiatan mepengarah pada umumnya.
Jika mepengarah dengan sebutan mepengarah nguduin, yaitu mepengarah ke rumah-rumah warga dan harus dapat ketemu dengan pemilik rumah secara langsung atau bertatap muka langsung.
Sebab, ini berkaitan dengan pesan bahan atau sarana prasarana atau kebutuhan upacara yang harus di bawa atau disetorkan ke Desa.
Baca Juga: Hindari Jalan Berlubang, Bule Prancis Terjun Bebas ke Jurang, Begini Kondisinya
Apabila pemilik rumah tidak ada di rumah, maka dapat dititipkan pesan atau pemberitahuan tersebut kepada pemilik rumah yang ada di tebenan (dibawahan-pemilik rumah arah timur atau pemilik rumah arah selatan).
Lalu, bagaimana Bahasa saat melapu? Dirinya menjawab jika melapu menggunakan Bahasa Bali pada umumya.
“Krame desa Melapu mani semengan metambun dibale banjare” “Krame desa tedun mani semengan mepupul di bale banjare” “Krame pengayah tedun mani semengan makte blakas, metambun di bale dangin” “Krame banjar benjang Melapu, makte udud, makte sampat mepupul di setra ne” imbuhnya.
Saat Melapu dimulai, itu diawali pihak Kesinoman mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan sarana dan prasarana tradisi Melapu, seperti kesiapan tempat Melapu, sarana upacara Melapu (banten atau canang pengeraus), konsumsi.
Kesinoman terlebih dahulu membunyikan Kulkul sebagai tanda kepada warga, bahwa kegiatan Melapu akan di mulai sesuai waktu yang disepakati, dan yang membunyikan Kulkul adalah seorang Kesinoman itu sendiri.
Setelah kulkul dibunyikan, selanjutnya krama Desa Adat Bayung Gede kemudian hadir ke lokasi Melapu dengan menggunakan pakaian tradisionl adat madya. Setelah masyarakat datang ke lokasi Melapu, serta sudah duduk dengan tertib.
Melapu akan dapat berjalan setelah Jro Kubayan Mucuk hadir dan memberi tanda Melapu sudah dapat dimulai. Selanjutnya dilakukan persiapan dan sembahyang bersama dengan tujuan mohon keselamatan dan kerahayuan, agar supaya kegiatan Melapu berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan.
Baca Juga: Kepala Badan Gizi Nasional Sebut Serangga Bisa Jadi Sumber Protein Program Makan Bergizi Gratis
Proses Melapu dipimpin oleh jro kubayan mucuk mekalihan (saat Melapu dipimpin oleh Jro Kubayan, ditutup oleh Jro Kubayan, serta diputuskan oleh Jro Kubayan).
“Kemudian Kesinoman bertugas meyampaikan pesan dari keputusan-keputusan Melapu. Pola yang dilakukan oleh Kesinoman dalam rangka menyampaikan pesan kepada warga, hampir sama dengan yang dilakukan pada saat akan dimulainya Melapu,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika