Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sarat Makna, Karakter Gigi Jongos Topeng Sidakarya Simbol Kesederhanaan

I Putu Mardika • Rabu, 5 Februari 2025 | 03:32 WIB

 

Topeng Sidakarya dengan tampilan gigi jongos sarat akan makna kesederhanaan
Topeng Sidakarya dengan tampilan gigi jongos sarat akan makna kesederhanaan
BALIEXPRESS.ID-Berbicara tentang Tari Topeng Sidakarya seolah tidak ada habisnya untuk diulas.

Topeng Sidakarya ikut untuk pengukuhan sempurnanya dan suksesnya suatu upacara, sehingga keberadaannya difungsikan sebagai Tari Wali yang mengiringi jalannya upacara Yadnya.

Seniman Topeng Sidakarya, Nyoman Suardika mengatakan secara filosofi Topeng Sidakarya merupakan sosok Brahmana yang sudah berjasa dan mampu untuk menciptakan kesejahteraan umat Hindu di Bali melalui cerita yang dipentaskan.

Pementasan Topeng Sidakarya dilakukan dalam mengiringi upacara-upacara besar seperti Ngenteg LInggih.

Termasuk dilaksanakan pada akhir dari upacara sebagai simbol kesuksesan atas pelaksanaan jalannya upacara.

Suardika menyebut, salah satu Gerakan ngejuk (menangkap) anak kecil kemudian diberikan uang kepeng, mengandung makna siklus hidup manusia sebagai perwujudan menyembuhkan dan menyejahterakan orang lain.

Baca Juga: Tiga Pelinggih di Ubud Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp250 Juta, Diduga Gegara Ini

“Gerakan menaburkan beras kuning merupakan simbol yang mengandung makna pemberian sesajen kepada roh jahat agar tidak mengganggu manusia,” ungkap Suardika kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Ia menyebut, setiap atribut dari Topeng Sidakarya yang digunakan memang tidak lepas dari makna simbolis.

Menurutnya, topeng Sidakarya sangat mudah  dikenali. Karena bentuk topeng yang khas dan memiliki karakterisitik unik, dimana topeng berwarna   putih,   yakni   simbol   kesucian.  

Hal  tersebut  mencirikan  bahwa  Dalem  Sidakarya  merupakan  orang  yang  memiliki  kesucian. 

Dalam  Tattwa   Siwa   Siddhanta,   warna   putih   berada   di   timur,  dewanya  Iswara  bersenjatakan  Bajra/Genta merupakan  simbol  kependetaan  dan  kebrahmanaan. 

Seorang  dikatakan  Brahmana sudah  tentu  memiliki  tingkat  kesucian  yang  tinggi,  dan  menguasai  ilmu  pengetahuan Weda

Selanjutnya, Mata topeng sipit, yakni simbol mawas diri dan selalu memperhatikan segala  kondisi  baik  eksternal  dan  internal. 

Mata  sipit  sebagai  simbol  dari  tapa, yakni mata  setengah  terbuka  dan  terpejam.  Dalam yoga, posisi  mata  yang  demikian  merupakan  lambang  dari  pengendalian indria dan pemusatan pikiran pada satu titik pusat.

Baca Juga: BRUTAL!!! Kronologi Seorang Pelajar Tewas Tragis Dikeroyok Geng Pemuda Diduga Oknum Perguruan Silat

Menariknya, topeng ini juga memunculkan karakter dengan Gigi jongos.  Secara harfiah  kelihatannya gigi  jongos  akan  mengurangi  ketampatan  seseorang. 

Namun  dalam  tipe  pakem  topeng  Sidakarya  justru  keunikannya  terletak  pada  tipe  giginya  yang  jongos. 

Bahkan  ada  kayakinan,  kekuatan  atau  taksu dari topeng  Sidakarya  terletak  pada  giginya.  Gigi jongos sesungguhnya adalah simbol dari kesederhanaan, dan lambang kekuatan sebagai  penyeimbang. 

Gigi yang demikian  sangat  dekat  disimbolkan  dengan  Tantrik, yang bermakna kekuatan penyeimbang.

Wajah   setengah   manusia   dan   setengah   demanik,   merupakan  simbol  keseimbangan.  Wajah  manusia  dan  demanik  merupakan  konsep  Rwa  Bhineda  yang mutlak  ada  dalam  diri  dan  dalam  alam  makro. 

Baca Juga: Pemerintah Larang Penjualan Gas Melon Melalui Pengecer, Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Jembrana Resah

Dua  karakter  tersebut  harus  diseimbangkan,  dalam  artian  leburlah  sifat  demanik  (keraksasaan)  kedalam  sifat  dewa sehingga menjadi manusia yang dewata.

“Rambut   panjang   sebahu,   dapat   dimaknai   sebagai   lambang  ketidak  terikatan  dan  warna  putih  rambut  simbol  dari  kebrahmanaan  yang  menjungjung  ajaran  kesucian,” imbuhnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#upacara #simbolis #tari wali #Topeng Sidakarya #brahmana