Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Paica Antara Berkah dan Musibah Pantang Dikomersilkan, Begini Tata Cara Mendeteksinya

I Putu Mardika • Kamis, 20 Februari 2025 | 04:07 WIB

 

paica harus dirawat sebagai upaya untuk menjaga kesuciannya
paica harus dirawat sebagai upaya untuk menjaga kesuciannya
BALIEXPRESS.ID-Jika mendengar Paica (pica) bagi orang Bali bukanlah hal yang tabu dan baru. Paica bisa merupakan benda-benda bertuah dan berkhasiat yang diperoleh dengan berbagai cara baik secara skala maupun niskala.

Jika bagus merawatnya, paica bisa saja menjadi berkah. Namun, bila salah, maka bisa saja mengakibatkan musibah.

Penekun spiritual Putu Agus Panca Saputra atau Jro Panca, 30 mengatakan, Paica bisa saja diperoleh secara gaib.

Bisa juga paica itu adalah sesuatu benda yang didapatkan melalui keturunan mapun dengan cara meditasi. 

Bentuknya pun beragam. Ada berupa batu permata, cincin,  kalung, logam hingga pusaka.

Sebagai  benda yang bertuah dan menjadi pegangan, Paica ada yang sifatnya kekal ada pula yang tidak.

Jika paica itu dipasupati paranormal atau isian, maka jika salah menggunakan dikatakan Jro panca bisa menyerang si pemakai.

Baca Juga: Begini Modus Wayan Depa Gelapkan Dana Rekrutmen 46 PMI dan Rangkaian Pelariannya

Pun demikian, jika paica itu merupakan anugerah dari leluhur. Kalau salah digunakan maka dipastikan energinya akan hilang.

“Bisa hilang bendanya atau juga bisa hilang energinya,” ujar Jro Panca kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Ia menambahkan, ada berbagai cara mendaparkan paica. Pertama, paica diperoleh secara gaib lewat meditasi di tempat-tempat tertentu. banyak kasus orang menerima paica saat nangkil di pura atau tempat angker lainnya.

“Misalnya kita melihat batu unik. Ketika diambil, kemudian dibuang, biasanya tiba-tiba ada lagi di samping kita. Nah itu bisa menjadi pertanda kalau itu adala paica,” akunya.

Cara  kedua, ada juga paica diperoleh secara langsung sebagai keturunan. Ia menyebut banyak kasus bila para leluhurnya adalah seorang paranormal.

Maka sudah pasti anak maupun cucunya wajib menerima paica sebagai warisan dari pendahulunya.

“Bila ada penglingsirnya jadi balian, kemudian anak cucunya yang melanjutkan. Meskipun tanpa meditasi, tetapi sudah ada, dan diterima. Tinggal merawat saja,” imbuhnya.

Tidak jarang pula, bahkan ada orang yang justru tidak dikenal tiba-tiba memberkan paica. Setelah memberikan benda keramat tersebut, biasanya orang tersebut menghilang entah kemana.

Menurut pengasuh Taksu Poleng ini, bisa saja ada perjanjian di ingkarnasinya yang terdahulu, bahwa saat ingkarnasi sekarang si penerima wajib menerima paica di usia tertentu.

Baca Juga: MENGKHAWATIRKAN! Pondasi Kelas SMPN 2 Tegalalang Amblas Diterjang Longsor

“Kasus-kasus seperti itu sering kita dengar. Ada yang pernah mengalami, kalau tiba-tiba diberikan batu permata, kepingan logam, atau pusaka. Nah ini juga kategori paica,” paparnya lagi

Cara ketiga, ada pula dengan cara membeli, atau meminta kepada paranormal atau pasupati. Misalnya dengan membeli uang yang kepeng dirajah, berisi gambar dewa, aksara lalu dipasupati kemudian digunakan.

Ada banyak cara yang digunakan secara turun temurun untuk mendeteksi apakah paica itu bertuah (metaksu) atau tidak. Pasalnya, akan berdampak terhadap tata cara memperlakukan dari paica tersebut.

Jro Panca menambahkan, tidak sedikit orang awam mencoba menguji paica dengan cara-cara sederhana.

Semisal saat si penerima paica dalam kondisi sakit, maka paica yang diterima tersebut dijadikan sarana untuk menghantarkan doa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan kesembuhan dan kesehatan

“Kalau memang benar bisa sembuh, itu mungkin menjadi salah satu sinyal jika paica itu memilki khasiat,” katanya.

Baca Juga: Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Mencekam Pembunuhan I Made Agus Aditya di Gianyar: Tersangka Keluarkan Suara Bergetar Saat Adegan Krusial

Cara lain misalnya dengan meletakkan paica yang diterima itu di bawah bantal. Sebelum tidur, penerima bisa berdoa agar diberikan petunjuk dalam mimpi apakah paica itu memang bertuah atau sebagai benda biasa.

“Kalau memang benar itu paica, agar diberi petunjuk dalam mimpi, sehingga ada perlakuan khusus bagi paica,” tambahnya.

Ada juga cara mendeteksi paica itu dengan diikat dan digantung menggunakan benang tridatu. Si penerima paica bisa saja meminta paica itu bergerak ke kanan atau ke kiri saat digantung. Jika paica bergerak sesuai dengan permintaan, maka dipastikan paica itu memiliki khasiat.

Lalu bagaimana cara mendeteksi jika paica itu milik bangsa bawah atau bangsa atas? Dijelaskan Jro Panca jika benda yang dianggap paica itu ditaruh di bawah, kemudian tidak ada dampak lain maka bisa jadi, jika kodam atau penghuni dari paica itu adalah bangsa bawah.

“Sebaliknya kalau dikomplain, itu menandakan kodam dari penghuni paica itu adalah bangsa atas,” tegasnya.

Pun demikian dengan sikap karakter dari si penerima paica. Jika setelah menerima paica karakternya berubah menjadi beringas. egois, pemarah, nyapa kadi aku atau angkuh maka disarankan agar paica itu dibuang saja ke laut.

Baca Juga: Kronologi Tragis! Ibu Siram Anak Balitanya dengan Air Mendidih Berkali-Kali: Polisi Ungkap Fakta Mengerikan

“Karena untuk apa menerima paica yang memberikan energi negatif? Justru menjadi  penghalang bagi kita untuk bhakti kepada Tuhan, kan lebih baik dibuang saja. Jangan dikasihani, karena justru mencelakai,” pesannya

Bila karakter si penerima menjelma menjadi orang yang sabar, santun, penyayang setelah menerima paica, maka dipastikan paica tersebut dihuni oleh bangsa atas.

Nah tentu paica seperti ini bisa dirawat sebaik-baiknya, karena mendatangkan kenyamanan, ketentraman, menarik rejeki hingga memberikan kesehatan bagi penerimanya. (dik)

 

 

 

 

Editor : I Putu Mardika
#bali #paica #jro panca #niskala