Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uniknya Tempat Suci Hindu Bali, Pura Luhur Gunung Sari: Ada Pratima dengan Sosok Tionghoa, Tempat Nunas Tamba, dan Kerauhan Berbahasa Mandarin

I Putu Suyatra • Kamis, 20 Maret 2025 | 14:29 WIB

Tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Gunung Sari terletak di depan Balai Banjar Gunung Sari, Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Gunung Sari terletak di depan Balai Banjar Gunung Sari, Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung

BALIEXPRESS.ID - Tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Gunung Sari yang terletak di depan Balai Banjar Gunung Sari, Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, sering kali disangka sebagai pura balai banjar.

Namun, ada sesuatu yang unik dan mencuri perhatian—keberadaan palinggih serta patung pria berpakaian khas Tionghoa.

Apakah pura ini juga menjadi tempat ibadah umat Tionghoa?

Dari Tempat Nunas Tamba Hingga Menjadi Pura Pemaksan yang Ramai

Pura Luhur Gunung Sari adalah pura pemaksan yang awalnya hanya diempon oleh warga Mengwitani.

Menurut Jro Mangku I Nyoman Duaja, pemangku pura, dahulu banyak orang datang ke pura ini untuk "nunas tamba" atau memohon kesembuhan.

Para pengunjung berasal dari berbagai desa di Bali, mengikuti petunjuk tokoh supranatural yang menyarankan agar mereka berdoa di Pura Luhur Gunung Sari.

Menariknya, banyak dari mereka yang merasa sembuh akhirnya berjanji menjadi pemaksan.

Seiring waktu, pangempon pura bertambah hingga mencapai 86 kepala keluarga (KK), berasal dari berbagai wilayah seperti Kediri, Dakdakan di Tabanan, Kapal, Sembung, Kekeran, dan Mengwitani di Badung.

Namun, ada kisah yang cukup mengundang rasa penasaran.

Beberapa pemaksan yang memutuskan berhenti justru mengalami kejadian tragis.

"Setelah berhenti menjadi pemaksan, tiba-tiba saja anggota keluarganya meninggal dunia," ungkap Jro Mangku I Nyoman Duaja.

Akibat kejadian tersebut, mereka akhirnya kembali menjadi pangempon, dan sejak itu usaha mereka justru semakin sukses.

Rahasia Keberadaan Pratima Sosok Tionghoa

Salah satu hal yang membuat pura ini unik adalah keberadaan Palinggih Betawi yang di dalamnya terdapat pratima seorang pria berpakaian Tionghoa.

Awalnya, Jro Mangku I Nyoman Duaja tidak mengetahui alasan pasti keberadaan pratima tersebut.

Namun, setelah ditelusuri, ternyata ada kaitannya dengan Pura Luhur Dalem Betawi.

Menurut Jro Mangku I Made Karda, pemangku Pura Luhur Dalem Betawi, pratima tersebut berkaitan dengan seorang penasihat Kerajaan Guan (Tiongkok) bernama Santun.

Santun pernah meminta izin kepada Ida Bathara di Pura Luhur Gunung Sari untuk bermeditasi di padukuhan bekas setra Pura Dalem Brerong.

Setelah beberapa waktu, ia meminta izin untuk menetap, sehingga dibuatkan pasimpangan di Pura Luhur Gunung Sari dan akhirnya didirikan Pura Luhur Dalem Betawi di lokasi tersebut.

Meski terdapat pratima sosok Tionghoa, Jro Mangku I Nyoman Duaja menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada umat Tionghoa yang bersembahyang di Pura Luhur Gunung Sari.

Namun, ada kejadian mistis yang memperkuat keterkaitan dengan sosok Tionghoa di pura ini.

Balian Kesurupan Berbahasa Mandarin

Suatu hari, seorang balian (tokoh supranatural) datang ke Pura Luhur Gunung Sari dan tiba-tiba mengalami karauhan (kesurupan) di depan Palinggih Betawi.

"Dia berbicara dalam bahasa China (Mandarin) dan mencari saya. Saya tidak paham apa yang diucapkannya," ungkap Jro Mangku.

Setelah si balian disadarkan oleh istrinya, ia hanya berpesan agar Jro Mangku tetap semangat ngayah di pura tersebut.

Ritual Masiat-Siat dan Keunikan Pura

Selain keberadaan pratima sosok Tionghoa, ada tradisi unik lainnya di Pura Luhur Gunung Sari, yaitu ritual Masiat-Siat yang dilakukan saat piodalan pada Buda Umanis Wuku Medangsia.

Ritual ini berupa perang-perangan simbolis menggunakan senjata seperti umbul-umbul atau tombak yang dilakukan oleh dua pria secara bergiliran hingga semua senjata habis digunakan.

Tak hanya itu, pura ini juga memiliki banyak palinggih, di antaranya Gedong Sasuhunan, Gedong Betawi, Ratu Trang (tempat memohon cuaca cerah), Padma Taksu, Gedong Ratu Made, Ratu Nyoman Sakti, Padma Tiga, Gedong Busana, Bale Pengiasan, dan Sambyangan.

Keunikan dan sejarah panjang Pura Luhur Gunung Sari membuatnya tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga menyimpan banyak kisah mistis dan penuh tanda tanya.

Apakah Anda tertarik untuk menelusuri lebih jauh misteri yang tersimpan di pura ini? *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#mengwitani #Kabupaten Badung #Pura Luhur Gunung Sari #hindu bali #tamba #Pura Luhur Dalem Betawi #Kecamatan Mengwi #Pura Dalem Brerong