Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WASPADA! Bukan Hanya Anda, KARMA BURUK Ternyata Bisa 'Menular' ke Anak Cucu! Ini Penjelasan Mengejutkan Pakar!

I Putu Suyatra • Jumat, 2 Mei 2025 | 02:06 WIB

ilustrasi
ilustrasi

BALIEXPRESS.ID – Percaya karma hanya berputar pada diri sendiri? Pikirkan lagi! Sebuah pandangan mendalam dari seorang pakar justru mengungkap fakta yang mungkin membuat bulu kuduk berdiri.

Menurut Akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Prof Dr I Wayan Suka Yasa MSi, akibat perbuatan buruk (karma) ternyata bisa 'menular' dan dirasakan oleh keturunan Anda! Benarkah demikian?

Prof Dr I Wayan Suka Yasa MSi menjelaskan bahwa dalam hidup ini ada tiga jenis penyakit: fisik, psikis, dan yang tak banyak disadari, supranatural.

Baca Juga: Misteri Akta Lahir Anak Lisa Mariana Terungkap di TV: Awalnya Atas Nama Ajudannya Inisial R

"Penyakit supranatural akibat dari karma buruk seseorang di masa lalu yang menyebabkan pelaku terkutuk," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di kediamannya.

Namun, yang lebih mencengangkan, "terkutuk" di sini ternyata bisa meluas.

"Disebabkan seseorang membawa-bawa keturunan agar merasakan hal yang ia rasakan. Penyakit ini akhirnya memengaruhi hidup keturunannya sebagai dampak karma buruk leluhurnya," terangnya.

Jadi, tanpa disadari, karma buruk yang Anda perbuat di masa lalu bisa menjadi 'warisan' pahit bagi anak cucu Anda!

Mengutip kitab suci Sarasamuccaya 356, Wayan Suka Yasa memberikan contoh gamblang.

Seseorang yang telah bekerja keras, bijaksana, suka menolong, bahkan berparas rupawan, bisa saja menjadi budak orang berjiwa rendah.

Baca Juga: Prabowo Setuju Marsinah Jadi Pahlawan Nasional? Siapa Sebenarnya Buruh Wanita yang Namanya Menggema di Hari Buruh Ini?

"Semua itu adalah buah dari karma masa lalunya. Begitulah kenyataan, pada masa modern ini ada yang selalu kerja keras, namun hidupnya selalu miskin. Sebabnya, ya hasil karma masa lalunya, jalan yang ia harus hadapi di kehidupan sekarang," jelasnya.

Lantas, bagaimana karma buruk bisa 'turun temurun'? Pria ramah ini mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya adalah sumpah leluhur.

"Ketika seseorang melakukan kesalahan dan membela diri dengan bersumpah bahwa keturunannya tidak akan makmur bila ia salah, maka hasilnya anak cucu yang menderita akibat karma ini," jelasnya.

Meski sulit dibuktikan secara ilmiah, filosofi ini dipercaya dapat mempengaruhi kehidupan hingga tujuh turunan!

Utang Tak Dibayar, Anak Cucu Bisa 'Melunasi' Secara Gaib!

Lebih lanjut, Wayan Suka Yasa menyoroti perbuatan buruk lain yang bisa berdampak pada keturunan, yaitu tidak membayar utang piutang hingga meninggal.

Ia mengungkapkan fenomena seseorang yang pura-pura lupa atau mencari alasan untuk menghindari pembayaran utang.

"Ada kepercayaan juga bawa anak harus mengalami kehilangan untuk membayar utang orang tuanya. Konon si anak bisa kehilangan harta benda akibat harus membayar utang orang tuanya pada orang lain secara niskala," urainya.

Baca Juga: Polemik Literasi di Buleleng, Dewan Pendidikan Gandeng Akademisi Gelar FGD Cari Solusi

Namun, karma tidak hanya berjalan satu arah. Perbuatan baik anak cucu juga bisa memberikan dampak positif bagi leluhurnya, bahkan yang sudah meninggal.

"Ada sepasang suami istri yang punya nama baik terpandang, kemudian punya anak pemabuk. Orang bisa merendahkan si orang tua tersebut, karena dianggap gagal mendidik. Padahal, karma si anak juga berperan penting bagi orang tua walaupun sudah meninggal. Jadi, sebagai anak dengan perbuatan baik akan memberikan dampak baik pada leluhur," tambahnya.

Kunci Keturunan Suputra? Pikiran Positif Saat...

Wayan Suka Yasa juga memberikan pandangan menarik tentang cara 'mencetak' keturunan yang baik (suputra). Ia meyakini bahwa pikiran positif calon orang tua saat berhubungan suami istri memiliki pengaruh besar.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ibu Bupati! Intip Pesona Bunda Rai Tabanan: Ngayah Memukau, Bukti Cinta Budaya yang Menginspirasi!

"Sebab, ketika berhubungan suami istri ini, akan menarik atma dari alam sana untuk reinkarnasi. Jadi, selalu berpikiran positif agar keturunan yang dihasilkan juga baik," pungkasnya.

Sebagai umat Hindu, ajaran Karmaphala (hasil perbuatan) adalah fondasi penting dalam menjalani kehidupan.

"Karmaphala identik dengan sebab akibat, seperti pepatah siapa yang menabur angin, maka akan menuai badai. Namun, tak banyak yang memikirkan ternyata karmaphala hasilnya bisa mengenai keluarga," terangnya. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#supranatural #karma buruk #Menular