Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Dalem Batu Meguwung Desa Jimbaran, Ada Pelinggih Dalem Mekah, Tirta Muncul dari Dindig Gua

I Putu Mardika • Kamis, 17 Juli 2025 | 03:20 WIB

Pura Dalem Batu Meguwung di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan
Pura Dalem Batu Meguwung di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan
BALIEXPRESS.ID-Keberadaan pura di kawasan Badung Selatan memang senantiasa menarik dikupas Salah satunya adalah Pura Dalem Batu Meguwung. Pura ini terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dan berada di dalam gua.

Butuh perjuangan agar bisa memasuki areal Pura Dalem Batu Meguwung. Pemedek dapat menaiki sejumlah anak tangga. Sesampai di atas, maka akan disuguhkan dengan lukisan alam dari batu karang yang sangat menakjubkan.

Pemangku Pura Dalem Batu Meguwung, Jro Mangku Gede Made Subrata, menjelaskan bahwa nama "Batu Meguwung" memiliki arti khusus yang berkaitan dengan bentuk dan makna tempat suci ini.

Kata "batu" merujuk pada batu kapur besar yang menjadi dasar tempat pura berdiri. Batu ini sangat disakralkan, karena diyakini sebagai penghubung antara sekala dengan niskala.

Sementara itu, kata "meguwung" dalam bahasa Bali berarti berlubang atau berongga. Ini merujuk pada bentuk gua yang menjadi lokasi pura. Menurut kepercayaan warga, gua tersebut bukan sekadar ruang kosong di alam, tetapi dianggap sebagai simbol rahim Ibu Pertiwi sebagai tempat berkumpulnya energi alam dan kekuatan suci.

Baca Juga: Danamon Rayakan Ulang Tahun ke-69 dengan Semangat Tumbuh Bersama, Maju Bersama

“Karena itulah, keberadaan gua menambah kekuatan spiritual pura ini dan membuatnya dipercaya sebagai pintu antara dunia nyata dan dunia gaib,” kata Jro Mangku Subrata.

Keberadaan Pura Dalem Batu Meguwung hingga kini masih diselimuti misteri.

Tidak ada catatan pasti mengenai kapan pura ini pertama kali dibangun, namun masyarakat meyakini bahwa pura ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual warga setempat.

Berbagai cerita rakyat dan legenda tentang asal-usul pura ini beredar dari generasi ke generasi. Salah satu kisah yang paling dikenal menyebutkan bahwa pura ini ditemukan oleh seorang pertapa suci saat menjalani perjalanan spiritual.

Konon, sang pertapa mendapat petunjuk gaib untuk membangun tempat suci di dalam gua sebagai bentuk penghormatan kepada kekuatan alam dan roh leluhur.

Lingkungan alami di sekitar Pura Dalem Batu Meguwung menambah suasana sakral tempat ini. Akar-akar pohon yang menggantung dan tumbuhan yang tumbuh di antara bebatuan menciptakan kesan magis, seakan alam turut menjaga kesucian pura.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemda Tabanan dan Halmahera Timur Jalin Kerjasama

Vegetasi di sekitar pura tidak hanya mempercantik pemandangan, tetapi juga diyakini sebagai tanda kesuburan dan berkah dari para dewa.

Tumbuhan yang tumbuh alami di tempat suci dipercaya membawa energi positif dan menjadi simbol kehidupan yang berkelanjutan.

Untuk memudahkan akses ke dalam pura, telah dibangun tangga yang tetap menyatu dengan alam sekitarnya.

Tangga ini bukan hanya sarana fisik untuk naik-turun, tetapi juga dipandang sebagai lambang perjalanan spiritual.

Ia menambahkan, ada sejumlah pelinggih di areal pura. Diantaranya pelinggih Dalem Dasar dan Dalem Candi Kuning.

Disarankan, pemedek yang nangkil membawa bunga berwarna putih dan kuning.

Di Pura ini juga diyakini bertsana Ida Ratu Manik Segara. Di Dalem Dasar Candi Kuning, Pelinggih Ida Ratu Agung Ngurah Sakti dan Pelinggih Dalem Mekah,

Masyarakat meyakini, yang berstana di Pelinggih Dalem Mekah adalah Ida Betara Nabi Nuh. “Ini ada parahyangan Dalem Mekah berstana Ida Betara Nabi Nuh,” jelasnya.

Keunikan lainnya adalah keberadaan tirta yang muncul dari dinding batu stalaktir. Sehingga, tidak perlu lagi untuk membuatkan tirta.“Tirta ini diyakini sering ditunas oleh pemedek yang nangkil,” ungkapnya.

Baca Juga: Sharing Knowledge Pengolahan Sampah, Sekretariat DPRD Provinsi Bali study Tiru ke TPST Sandubaya Kota Mataram 

Piodalan di Pura Dalem Batu Meguwung, jatuh setiap enam bulan tepatnya. pada Anggara kasih tambir. “Saat pujawali pemedek yang nangkil dari berbagai wilayah di Bali,” pungkasnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#Kuta Selatan #pura #badung #Pura Dalem Batu Meguwung #jimbaran