Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tirta Sudamala Bangli Ramai saat Banyupinaruh, Kelian Sedit Ungkap Dua Faktor Penyebab

I Made Mertawan • Minggu, 7 September 2025 | 22:56 WIB
Panglukatan Tirta Sudamala, Banjar Sedit, Desa Adat Bebalang, Bangli, ramai saat Banyupinaruh, Minggu (7/9/2025).
Panglukatan Tirta Sudamala, Banjar Sedit, Desa Adat Bebalang, Bangli, ramai saat Banyupinaruh, Minggu (7/9/2025).

BALIEXPRESS.ID- Panglukatan Tirta Sudamala di Banjar Sedit, Desa Adat Bebalang, Kabupaten Bangli, Bali, dipadati umat Hindu saat Banyupinaruh, Minggu (7/9/2025).

Jumlah mereka yang malukat kali ini lebih ramai dibandingkan hari biasa maupun Banyupinaruh sebelumnya.

Sejak pukul 05.00 Wita warga sudah mulai berdatangan. Puncaknya sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka bahkan harus antre untuk malukat di pancuran utama.

Baca Juga: Ida Bagus Gede Arjana Ungkap Skema Penanganan Masalah Sampah Di Badung

Kelian Adat Sedit, I Nyoman Mawan, menyebutkan umat yang datang tidak hanya dari Bangli, tetapi juga dari luar kabupaten, bahkan ada yang datang secara rombongan. “Iya, ada rombongan datang malukat,” ungkap Mawan.

Menurutnya, ada dua faktor yang membuat panglukatan kali ini begitu ramai.

Pertama, Banyupinaruh bertepatan dengan Purnama. Berdasarkan kepercayaan umat Hindu, hari Purnama dianggap baik untuk malukat.

“Apalagi Purnama bertepatan dengan Banyupinaruh, jarang terjadi ini,” jelasnya.

Faktor kedua adalah cuaca cerah sejak pagi. Kondisi tersebut sangat mendukung karena lokasi panglukatan berada di sungai.

Baca Juga: Kebakaran Kios Pecel Lele Tewaskan Dua Orang, sang Cucu Lolos dari Maut

“Cuaca cerah bertepatan dengan Purnama, jadinya ramai,” tambah Mawan ditemui di lokasi.

Prosesi malukat di Tirta Sudamala memiliki tahapan khusus. Sebelum malukat, umat wajib sembahyang atau matur piuning yang dipimpin oleh pamangku setempat.

Sarana yang digunakan pun menyesuaikan kemampuan masing-masing.

Ada yang menghaturkan banten pejati, ada juga cukup menggunakan.

Usai sembahyang, umat malukat di aliran sungai dengan air yang mengalir deras, kemudian dilanjutkan ke area pancuran yang menjadi tempat malukat terakhir. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bangli #tirta sudamala #Panglukatan #Banyupinaruh