Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Janger Galuci dan Bondres Gondong Makeplug, Sarat Makna Kehidupan Sosial

Putu Agus Adegrantika • Senin, 10 November 2025 | 00:34 WIB
PENTAS : Pementasan Janger Galuci di Pura Desa Puseh Keliki, Tegallalang.
PENTAS : Pementasan Janger Galuci di Pura Desa Puseh Keliki, Tegallalang.

BALIEXPRESS.ID - Upaya mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat terus dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar dengan cara yang unik dan kreatif. Kali ini, Kemenag Gianyar memanfaatkan seni dan budaya lokal sebagai media edukasi dan komunikasi publik melalui pementasan Bondres Gondong Makeplug, Duta Integritas Kemenag Gianyar berkolaborasi dengan Janger Galuci, Sebatu, Tegallalang.

Pementasan tersebut berlangsung meriah saat tampil ngayah pada Karya Agung di Pura Desa, Pura Puseh, dan Bale Agung Desa Adat Keliki, Tegallalang, Sabtu (8/11) malam. Kehadiran mereka disambut antusias oleh masyarakat setempat yang memenuhi areal pura.

Kepala Kantor Kemenag Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, hadir langsung memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi kreativitas ini. Menurutnya, Bondres Gondong Makeplug dan Janger Galuci menjadi contoh nyata bagaimana Kemenag hadir di tengah masyarakat bukan hanya melalui pelayanan administratif, tetapi juga lewat pendekatan budaya yang menghibur dan bermakna.

“Melalui seni bondres, pesan keagamaan dan nilai-nilai sosial bisa disampaikan dengan ringan, lucu, tapi tetap mengena. Ini bagian dari transformasi layanan Kemenag agar semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Agung Wardhita.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Bondres Gondong Makeplug dan Yowana Tegal Suci Tegallalang yang turut menampilkan kesenian Janger tersebut. Dalam pementasan, terselip pesan-pesan penting mengenai bimbingan pra-nikah (Catin), moderasi beragama, dan penguatan kerukunan antarumat, dikemas dengan gaya khas bondres yang jenaka namun sarat makna.

Melalui kegiatan seperti ini, Kemenag Gianyar menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik berbasis budaya. Menjadikan nilai-nilai agama tidak hanya diajarkan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dengan cara yang menyenangkan.

Sementara Janger Galuci di bawah binaan PK Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) Kabupaten Gianyar juga menjadi momentum penting dalam Rekonstruksi semangat generasi muda untuk mewarisi dan menghidupkan kembali nilai budaya leluhur.

Pementasan Janger Galuci melibatkan 24 penari, 28 penabuh, dan 4 pembina. Melalui penampilan penuh energi dan kekompakan, para penari serta penabuh berhasil memadukan keindahan gerak, irama gending, serta pesan moral yang terkandung dalam setiap adegan.

Ketua PK APHB Gianyar, I Wayan Degus Jaya, menyampaikan tarian tersebut sebagai mengingatkan umat Hindu dengan Tri Hita Karana. “Menjangeran lahir dari jati diri masyarakat Bali yaitu agraris. Janger ini dibangun bukan hanya sekadar pementasan, melainkan menitipkan pesan untuk senantiasa eling dengan yang disebut gama Bali dan Tri Hita Karana,” paparnya.

Lebih dari sekadar tarian, Janger Galuci menjadi sarana pembelajaran dan refleksi bagi generasi muda untuk memahami makna kehidupan, kebersamaan, serta rasa syukur terhadap alam semesta.

“Janger adalah warisan budaya yang hidup bukan hanya untuk ditonton, tetapi untuk dimaknai dan dijaga keberlanjutannya,” pungkas Degus Jaya.*

Editor : Putu Agus Adegrantika