Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Asal Muasal, Urutan dan Arti Nama Orang Bali

I Putu Mardika • Minggu, 13 Agustus 2023 | 23:00 WIB
NAMA: Nyoman Suka Ardiyasa, dosen Pendidikan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja, tata nama orang Bali memiliki arti tersendiri.
NAMA: Nyoman Suka Ardiyasa, dosen Pendidikan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja, tata nama orang Bali memiliki arti tersendiri.

BALI EXPRESS - Wayan, Made (Kadek), Nyoman (Komang), Ketut menjadi identitas tata nama orang Bali. Rupanya, ada makna di balik tata nama tersebut.

Penamaan orang Bali erat kaitannya dengan tiga hal, seperti jenis kelamin, urutan kelahiran, dan sistem kasta.

Dosen Pendidikan Bahasa Bali, STAHN Mpu Kuturan, Nyoman Suka Ardiyasa mengatakan, tata nama berkaitan dengan jenis kelamin ditunjukkan dengan kata I dan Ni.

I menunjukkan identitas pria atau laki-laki. Sedangkan kata Ni menunjukkan identitas penamaan yang mengacu pada jenis kelamin perempuan.

Berbeda dengan seseorang yang berkasta Brahmana, selalu diawali dengan kata Ida.

Untuk membedakan jenis kelamin pada kasta brahmana, ada penambahan identitas yakni Bagus untuk pria dan Ayu untuk perempuan. Jadi penamaannya Ida Bagus untuk pria dan Ida Ayu untuk perempuan.

“Pada Wangsa Ksatria, tidak jauh berbeda dengan Wangsa Brahmana. Untuk Wangsa Ksatria ditandai dengan nama Cokorda untuk pria dan untuk perempuan ditandai dengan nama Cokorda Istri atau Sagung,” jelasnya.

Selanjutnya untuk tata nama orang Sudra diawali dengan jenis kelamin I untuk pria dan Ni atau Luh yang merupakan jenis kelamin wanita.

Nama tersebut kemudian diikuti dengan urutan kelahiran, seperti Wayan, Made, Nyoman, Ketut.

Tata nama berdasarkan urutan kelahiran dari yang tertua hingga termuda terungkap di Lontar Sastra Kanda Pat Sari. Dalam lontar ini terungkap istilah tata nama Wayan, Made, Nyoman dan Ketut.

Nama ini merupakan nama untuk anak pertama. Wayan berasal dari kata “wayah” yang berarti “tua”. Variasi lain nama ini yaitu Putu dan Gede. Putu berarti “cucu” dan Gede berarti “besar”.

Pada aspek jenis kelamin, nama Wayan dan Putu bisa diberikan kepada laki-laki dan perempuan.

Sedangkan nama Gede umumnya diberikan kepada laki-laki, tetapi bisa juga diberikan kepada perempuan jika namanya sudah didahului penanda Luh.

Pada aspek kasta, nama Putu lebih cenderung dipilih oleh kalangan di atas kasta Sudra.

Nama ini diberikan kepada anak kedua. Made berasal dari kata Madya yang berarti “tengah”.

Variasi lain dari nama ini adalah Nengah dan Kadek atau Kade. Nengah sendiri berasal dari kata “tengah”. Lebih lanjut, Kadek atau Kade berasal dari kata adi yang berarti “adik”.

“Nyoman berasal dari kata anom yang berarti ‘muda’ atau ‘kecil’, dan Komang.  Nyoman dan Komang berasal dari kata uman yang berarti ‘sisa’. Nyoman atau Komang tersebut berarti sesuatu yang berada di akhir (muda),” imbuhnya.

Kemudian anak keempat di Bali disebut Ketut. Kata ketut yang berarti ‘mengikuti’ atau ‘membuntuti’. Penamaan ketut berkaitan dengan penamaan Nyoman atau Komang karena dahulu orang Bali berpatokan pada tiga orang anak untuk penamaan anak, sehingga nama Nyoman atau Komang menjadi yang terakhir. Tetapi kemudian anak yang keempat muncul.

Karena anak keempat ini sifatnya mengikuti untuk lahir walau ‘tidak diinginkan’ sehingga dinamai ketuwut.

“Namun kita patut berbangga, tata nama orang Bali menjadi penciri yang kuat ketika mereka berkiprah di level nasional maupun internasional,” jelasnya.

“Nama ini menjadi identitas orang Bali yang mudah diingat, sehingga penciri orang Bali sudah sangat kuat dari sisi tata nama. Dan ini menjadi kewajiban kita untuk melestarikan tata nama itu agar senantiasa digunakan sebagai penciri, meskipun orang Bali Namanya sekarang kerap mengalami pergeseran tata penamaan” tandas Suka.

Editor : Nyoman Suarna
#urutan #asal muasal #makna #nama orang bali #arti