BALIEXPRESS.ID-Umat Hindu disarankan untuk tidak melukat, mepeningan dan keramas pada Jumat, 17 Januari 2025 atau Sukra Wuku Wayang.
Baca Juga: Pelaku Pembuangan Bayi di Guliang Kangin Bangli Masih Gelap, RSUD Pastikan Tanggung Biaya Perawatan
Hal tersebut disampaikan oleh Ida Pandita Kebayan.
Lebih lanjut, Ida Pandita Kebayan mengungkapkan pada lontar Kala Tatwa dijelaskan bahwa pada Wuku Wayang terjadi pertarungan antara Bhatara Siwa dan Bhatara Kala.
Baca Juga: Perkelahian Antarsiswa di Karangasem, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Pada Hari Jumat Wuku Wayang kekuatan Bhatara Kala memurti sehingga mengungguli kekuatan Dewa Siwa.
“Sehingga kekuatan Bhatara Kala ini menyusup ke air, sehingga air pada Jumat Wuku Wayang dianggap Cemer atau leteh,” jelas Ida Pandita Kabayan dikutip pada Rabu (15/01/2025).
Baca Juga: Profil Wayan Ari Trisna Handayani: Camat Perempuan Pertama Gianyar, Bukti Kesetaraan Gender
Pada umumnya, saat keramas akan mengenai kepala manusia sehingga kekuatan Bhatara Kala akan sangat mempengaruhi ketenangan dan kesucian pikiran manusia.
Sebaiknya, pada saat Jumat Wuku Wayang membuat tapak dara pada daun tulak atau daun pandan yang diletakkan pada tempat-tempat yang disucikan.
Baca Juga: Ngafe di Pomegranate Ubud, Serasa Bertualang di Tengah Sawah, Nyeruput Kopi Sambil Menikmati Senja
Sementara pada manusianya dibuatkan tapak dara di dada dan sebaiknya tidak berkeramas.
Meski tak disarankan melakukan pembersihan, melukat dan keramas pada hari tersebut, akan tetapi dikecualikan untuk upacara nyapu leger
Editor : Wiwin Meliana