BALIEXPRESS.ID - Gendam, teknik hipnosis yang kerap digunakan untuk menipu korban, masih menjadi ancaman bagi banyak orang.
Seorang ahli hipnosis yang tinggal di Denpasar, Guru Mangku Hipno mengungkapkan bahwa orang yang paling mudah terkena gendam adalah mereka yang sangat ingin cepat kaya dengan cara instan.
"Jika ada seseorang menjanjikan sesuatu yang berlebihan, jangan diladeni," tegasnya.
Baca Juga: Kenalan di Warung Kopi, Dua Pria Ini Sepakat Maling Motor Saat Malam Sepi: Cara Kerjanya Sederhana
Ciri-Ciri Korban Gendam
Menurutnya, ada beberapa ciri khas seseorang yang rentan terkena gendam, di antaranya:
1. Melangkah dengan Kaki Kiri
Sering melangkah dengan kaki kiri terlebih dahulu. "Orang yang melangkah dengan kaki kiri cenderung menggunakan otak kanan, sementara otak kiri justru menolak gendam," ungkapnya.
2. Perhatikan Posisi Tubuh
Sikap tubuh lebih rendah dari lawan bicara. Saat berinteraksi dengan orang asing, jangan duduk atau jongkok karena energi mengalir dari atas ke bawah.
3. Posisi Tangan
Posisi tubuh saat mengantre. "Usahakan tangan kanan berada lebih tinggi dari tangan kiri," tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa seseorang yang terkena gendam sebenarnya sadar sedang dikendalikan, tetapi pikirannya hanya fokus pada keuntungan yang dijanjikan oleh pelaku.
Benarkah Kacamata Bisa Menangkal Gendam?
Mitos yang menyebutkan bahwa memakai kacamata bisa menangkal gendam ternyata tidak benar. Menurutnya, energi bisa tetap menembus penghalang seperti tembok sekalipun.
"Saya bisa menghipnotis orang di sebelah tembok, bahkan seseorang yang sedang berada di dalam mobil," jelasnya.
Cara paling aman untuk menghindari gendam adalah tidak melakukan kontak mata lebih dari tiga detik dengan orang asing yang mencurigakan.
Teknik yang Digunakan Penggendam
Seorang penggendam biasanya memiliki trik khusus dalam bertanya.
"Jika orang normal bertanya 'Apa kabar?' atau 'Tinggal di mana?', maka penggendam akan menanyakan hal yang membingungkan, seperti 'Apa kabar rumah Ibu?' atau 'Nama rumah Ibu di mana?'"
Pertanyaan semacam ini bisa membuat otak korban "konslet" dalam sepersekian detik. Pada saat itulah Critical Area terbuka, memungkinkan pelaku masuk dan memengaruhi korban.
Teknik lain yang digunakan adalah shocking gendam, yaitu dengan menyentuh korban secara tiba-tiba, seperti menepuk pundak.
Sentuhan ini bisa mengejutkan korban, terutama jika sedang dalam kondisi melamun atau tertekan.
Ciri-Ciri Orang yang Mudah Digendam
Menurutnya, penggendam selalu mencari korban dengan energi lebih lemah. Beberapa ciri fisik yang menunjukkan kelemahan energi, antara lain:
- Mata sayu
- Alis mata turun
- Pundak menurun
- Wajah pucat
"Jika satu korban gagal digendam, pelaku akan mencoba lagi pada orang lain yang terlihat lemah," tambahnya.
Hipnosis, Gendam, dan Sihir
Banyak yang mengira hipnosis dan gendam adalah hal yang sama, padahal keduanya berbeda.
Hipnosis bisa digunakan untuk tujuan positif, seperti menghilangkan trauma atau fobia.
"Misalnya, seseorang yang takut ketinggian bisa dibuat berani dengan hipnosis," ujarnya.
Selain hipnosis dan gendam, ada juga sihir, yang menurutnya berbeda karena bisa dilakukan hanya dengan menatap seseorang.
Namun, ilmu ini hanya dikuasai oleh orang zaman dahulu yang memiliki tingkat kesucian tinggi.
Kesimpulan: Waspada dan Jangan Mudah Tergiur
Untuk menghindari gendam, masyarakat perlu lebih waspada dan tidak mudah percaya pada janji yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
Jangan biarkan diri dalam kondisi lemah, dan selalu perhatikan posisi tubuh serta cara berinteraksi dengan orang asing.
Baca Juga: 112 Siswa SMADARA Lolos SNBP, 24 Masuk Fakultas Kedokteran
"Gendam bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan, semuanya tergantung siapa yang menggunakannya," pungkasnya. ***
Editor : I Putu Suyatra