Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hadapi Dinamika Ekonomi Global, Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

I Putu Suyatra • Sabtu, 15 Juli 2017 | 03:03 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, NUSA DUA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang kebutuhan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi semakin penting di tengah situasi perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat.


Untuk itu, diperlukan kebijakan dan perangkat regulasi yang komprehensif serta pelaku industri keuangan yang lebih terukur dalam mengambil risiko, agar sistem keuangan dan perekonomian tetap resilient dalam mengantisipasi gejolak yang dapat muncul sewaktu-waktu.


Untuk merealisasikannya, diperlukan pemahaman yang holistik  mengenai kondisi lingkungan yang sedang terjadi, potensi risiko yang berkembang, serta kebutuhan dari lingkungan keuangan. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto.


“Kesiapan menghadapi krisis bukanlah proses sekali waktu, melainkan perjalanan yang tidak pernah berakhir,” ungkapnya, saat membuka seminar international OJK-ADB ‘Navigating Financial Stability in an Evolving Global Economic System’ di Nusa Dua, Kamis (13/7) kemarin.


Rahmat menilai, beragam inisiatif telah ditempuh untuk menanggulangi dampak krisis serta memperkuat sistem keuangan global, mulai dari program stimulus di berbagai negara yang ditujukan untuk mendorong kegiatan ekonomi hingga reformasi sistem keuangan global secara masif yang dipelopori oleh negara-negara G-20.


“Satu dasawarsa sejak berawalnya krisis keuangan global, telah banyak perkembangan dalam sistem perekonomian dan keuangan dunia yang terjadi selama kurun waktu tersebut,” cetusnya.


Karena itulah, penguatan struktur sistem keuangan mengerucut pada aspek stabilitas sistem keuangan, diyakini akan menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kokoh dan langgeng.


Berbagai upaya tersebut turut membantu upaya pemulihan ekonomi global yang tengah berlangsung.Namun, situasi ketidakpastian masih menyelimuti perekonomoian dunia, terlebih dalam beberapa waktu terakhir terdapat dinamika yang menambah ketidakpastian tersebut.


"Seperti menguatnya semangat proteksionisme, harga komoditas yang masih mengalami tekanan, serta meningkatnya tensi geopolitik di berbagai belahan dunia," sebutnya.


Rahmat menambahkan, faktor-faktor risiko ini turut memberikan tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan, dan pada gilirannya berpotensi mengganggu proses pemulihan.


Selain itu, imbuhnya, sektor keuangan juga dihadapkan pada semakin maraknya pemanfaatan kemajuan teknologi dalam masyarakat. Penerapan teknologi di sektor keuangan ini akan mengubah pola transaksi kedepan.


Di satu sisi, pemanfaatan teknologi ini akan memberikan manfaat melalui peningkatan efisiensi serta perluasan cakupan layanan keuangan. Di sisi lain, perkembangan ini perlu diantisipasi dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kerentanan yang tidak diharapkan.


Dalam  seminar yang diselenggarakan bersama ADB ini,  hadir  sejumlah pembicara dari regulator, pelaku industri keuangan, dan akedemisi, baik dari dalam maupun luar negeri.


Sedangkan pembicara dan peserta berasal dari berbagai latar belakang dan negara. Seminar ini diharapkan dapat memberikan masukan dan pemahaman yang utuh bagi OJK serta seluruh pihak terkait dalam menjalankan fungsinya masing-masing.


Dengan demikian, lanjut Rahmat, upaya menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah perkembangan ekonomi global yang terus berubah dapat dilaksanakan dengan baik. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pariwisata #nusa dua #badung