GIANYAR, BALI EXPRESS – Ni Wayan Juliani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Julia Shocink, tak menyangka usaha kuliner yang baru seumur jagung digarapnya, Jees Geprek, akan laku keras. Pasalnya, hanya dalam dua bulan ia sudah memiliki dua cabang, yakni bertempat di Jalan Surabi, Denpasar dan Jalan Raya Bedulu, Gianyar.
Usaha kuliner yang dirintisnya bareng kekasihnya itu berawal dari iseng semata. Pemilik akun @juliashocink ini mengaku sampai melewati tujuh kali praktek untuk menciptakan racikan yang pas untuk bumbu ayam dan sambal gepreknya. “Saya minta teman-teman untuk mencicipi. Mereka bilang enak dan cocok untuk dijual. Jadi saya memberanikan diri untuk jualan ayam geprek,” katanya saat ditemui di salah satu gerainya Minggu (15/8).
Mantan sexy dancer ini mengatakan, awalnya ia ragu dan takut ayam gepreknya tak laku. Karena itu ia hanya menyiapkan 3 kilogram (kg) daging ayam. Nyatanya, sungguh di luar dugaan. Buka pertama pada 14 Juni di Denpasar pukul 11.00 Wita, gepreknya sudah ludes pukul 12.00 Wita. Julia lantas menambah 5 kg daging ayam, dan kembali ludes pukul 15.00 Wita. Tak cukup sampai di situ, ia kembali menambah 5 kg daging ayam, dan ludes lagi.
“Jadi hari pertama buka terjual 13 kg. Hari kedua naik jadi 15 kg, hari ketiga 17 kg, sampai hari kelima 30 kg sampai 35 kg daging ayam habis. Sampai sekarang rata-rata 33 kg daging ayam di Denpasar, 38 kg daging ayam di Bedulu. Itu untuk daging ayam saja, di sini saya juga jual kulit dan ceker, masing-masing 10 kg. Sedangkan untuk cabainya sendiri habis 18 kg di dua lokasi,” ungkap dara kelahiran Gianyar, 11 Juli 1994 ini.
Untuk harga per porsinya, sebut model berani ini, mulai dari 5 ribu untuk kulit dan ceker, Rp 8 ribu untuk ayam geprek, Rp 10 ribu ayam geprek dengan nasi. Rata-ratanya, Julia bisa mengantongi Rp 3 juta sampai 4,5 juta kotornya dalam sehari untuk satu gerai saja. Hingga saat ini, lulusan Universitas Warmadewa ini telah mempekerjakan 9 orang pegawai.
Soal resep sambalnya, kata Julia, merupakan resep racikan sendiri. Ia pula dibantu oleh seorang teman agar bisa membuat ayam geprek yang krispi. “Menangnya di sambalnya, karena kalau geprek lainnya sambalnya kan mentah, kalau saya buatnya sambal goreng, tidak isi terasi dan MSG,” ungkapnya.
Selain menjadi sexy dancer dan seorang model, Julia sebelumnya pernah merambah usaha tas. Namun karena pandemi, usahanya itu pun tak berjalan. Lewat usaha gepreknya ini, ia mendapat cukup banyak rejeki. “Kalau sekarang sudah berhenti (sexy dancer dan model), dan fokus ke usaha ayam geprek ini,” katanya. “Saya pikir profesi jadi selebgram berpengaruh ke penjualan ayam geprek saya. Karena banyak orang yang penasaran sama saya. Penasaran juga sama gepreknya, sampai ada yang ketagihan, kebanyakan sih mereka repeat order,” katanya.
Untuk jam buka usaha gepreknya, mulai pukul 11.00 Wita sampai ayamnya habis atau sekitar pukul 18.00 Wita. Usaha ayam gepreknya buka setiap hari kecuali Sabtu. “Ini bisa datang langsung atau pesan lewat WhatsApp,” tandasnya.(ika)
Editor : Nyoman Suarna