Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Raup Untung Rp 5 Juta Seminggu dari Tikus, Raka Purnawan Bongkar Rahasianya

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 5 Februari 2024 | 18:31 WIB
UNTUNG: Ida Bagus Raka Purnawan meraup untung hingga Rp 5 juta dari tikus. Ternyata ini rahasianya.
UNTUNG: Ida Bagus Raka Purnawan meraup untung hingga Rp 5 juta dari tikus. Ternyata ini rahasianya.

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bagi sebagian orang, tikus mungkin dianggap binatang menjijikkan. Jangan untuk dipelihara atau diternak, dilihat saja sudah membuat.

Namun bagi Ida Bagus Raka Purnawan, tikus adalah hewan pembawa berkah. Sebab dari binatang pengerat ini dia dapat menghasilkan cuan yang sangat fantastis.

Ida Bagus Raka Purnawan yang merupakan warga Banjar Penyaitan, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat ini pun bongkar rahasia suksesnya.

Raka Purnawan mengaku, sebelumnya memiliki hobi memelihara reptile, khususnya ular. 

Dari hobi tersebut ia sering membeli tikus sebagai pakan ular. Namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan pakan ular pun melonjak naik. Sehingga pengeluaran sehari-harinya pun ikut berlipat ganda. 

Setelah merasa ada peningkatan pengeluaran, Raka Purnawan pun mencoba berternak tikus.

 “Iseng belajar ternak. Lama kelamaan kebanyakan atau over populasi. Kemudian iseng menjual ke teman pecinta reptil,” ujar Raka Purnawan, Sabtu (3/2).

Untuk satu ekor tikus, pria 41 tahun ini menjual dari harga Rp 5-6 ribu.

Khusus harga tertinggi merupakan tikus yang digunakan untuk penelitian. Hal ini lantaran cara perawatannya yang berbeda.

 “Kalau untuk penelitian dia mintanya jantan putih beratnya 120-150 gram dan 200-250 gram. Tidak boleh kena betina saat perawatan,” ungkapnya. 

Tikus-tikus yang dijual Raka Purnawan ini ada yang sudah laku saat baru lahir. 

Dalam seminggu dia dapat menjual 1.000-1.500 ekor tikus.

Dari penjualan ini Raka Purnawan mampu raup untung fantastis, yakni sebesar Rp 6-7 juta. “Kalau bersih sekitar Rp 5 juta,” ucapnya 

Banyaknya keuntungan ini akibat cepatnya pertumbuhan dan perkembang-biakan tikus. Sebab saat awal kawin hingga melahirkan hanya sekitar 18 hari. 

Meski meraih pendapatan fantastis, Raka Purnawan pun tidak pelit ilmu. Ia siap berbagi dengan orang lain yang berminat untuk beternak tikus.

Apalagi ia menyatakan kebutuhan tikus di Bali 50 persen masih disuplai dari Pulau Jawa. 

“Kedepannya, kalau ada yang berminat untuk ternak ini, saya siap berbagi untuk menambah penghasilan. Kalau dibilang rugi tidak, karena tidak repot permeliharaannya,” tuturnya.

Semenjak beternak tikus ia pun menyampingkan pekerjaan lainnya. Sebelum beternak tikus ia sebenarnya memiliki usaha bengkel.

Namun kini pekerjaannya sebagai montir menjadi sampingan setelah memperoleh keuntungan fantastis dengan menjual anak tikus. 

“Dulu beternak tikus menjadi pekerjaan sampingan. Karena saat ini lebih menguntungkan, sehingga jadi pekerjaan utama,” tutupnya.

Photo
Photo
Editor : Nyoman Suarna
#rahasia #raup untung #Raka Purnawan #tikus #bongkar