Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Curah Hujan Tinggi, Produksi Manggis di Tabanan Merosot, tapi Kualitas Lebih Baik

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 1 Februari 2025 | 15:01 WIB
Produksi manggis di Tabanan mengalami penurunan.
Produksi manggis di Tabanan mengalami penurunan.

BALIEXPRESS.ID- Tingginya curah hujan di Kabupaten Tabanan sejak akhir tahun 2024 berdampak pada sektor perkebunan dan pertanian.

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan produksi sejumlah komoditas di Tabanan menurun, termasuk manggis.

Panen manggis di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan hampir 60 persen pada periode awal tahun 2025.

Jika sebelumnya petani bisa memanen hingga 10 ton per musim, kini hasil panen merosot menjadi hanya 4 ton.

Ketut Budiarta, petani manggis asal Banjar Gempinis, Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur, mengakui selain hasil panen yang menurun pada awal tahun 2025 ini, harga jual buah manggis diakuinya juga tidak stabil.

“Produksi buah manggis pada periode panen pada awal tahun 2025 ini, turun drastis hingga 60 persen. Biasanya kami panen hingga 10 ton, saat ini panennya hanya 4 ton, begitu juga harga jualnya tidak stabil,” jelasnya Jumat (31/1/2025).

Meski kuantitas panen menurun, menurut Budiarta, kualitas buah Manggis saat musim panen kali ini justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Buah yang dihasilkan lebih besar dan kulitnya mulus.

"Panen kali ini kualitas buahnya lebih bagus dan lebih besar. Panen sebelumnya, jumlahnya memang melimpah tetapi buahnya kecil dan kulit buah keriput," lanjutnya.

Untuk harga, dikatakan Budiarta, saat ini per kilogram buah manggis di tingkat petani Rp10 ribu per kilogram.

Meski cukup murah, namun harga manggis ini sudah mampu menutupi biaya operasional para petani.

"Ini masih harga awal panen. Cenderung tidak stabil karena petani tidak memiliki nilai jual. Rata-rata petani menyerahkan harga kepada yang beli,” kata Budiarta.

dilanjutkan Budiarta, untuk musim panen buah Manggis di Tabanan berlangsung sejak Januari hingga Februari 2025 mendatang.

Untuk pemasaran, selain didatangi oleh tengkulak langsung, pihaknya juga menerapkan sistem COD (cash on delivery). (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Manggis #musim hujan #tabanan