Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UMKM Buleleng Diperkuat Lewat Literasi Digital dan Optimalisasi Media Sosial

I Putu Mardika • Rabu, 22 April 2026 | 19:36 WIB
Pandu Literasi Digital Pelaku Usaha yang digelar pada Selasa, 21 April 2026, di Ruang Co-Working Space UPTD PLUT Kabupaten Buleleng
Pandu Literasi Digital Pelaku Usaha yang digelar pada Selasa, 21 April 2026, di Ruang Co-Working Space UPTD PLUT Kabupaten Buleleng

BALIEXPRESS.ID — Upaya penguatan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digencarkan melalui kegiatan Pandu Literasi Digital Pelaku Usaha yang digelar pada Selasa, (21/4), di Ruang Co-Working Space UPTD PLUT Kabupaten Buleleng.

Kegiatan yang mengangkat tema “Legalitas Usaha sebagai Fondasi Bisnis Berkelanjutan dan Optimalisasi Platform Media Sosial untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha” ini diikuti oleh 35 peserta, terdiri atas pelaku UMKM dan calon wirausaha.

Program ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari penguatan literasi digital nasional bagi sektor usaha. Hadir sebagai pemateri, Ni Luh Putu Eka Pradnyawati dan Dhira Prayasa, dengan Saka Wiladitya bertindak sebagai moderator.

Dalam keterangannya, Ni Luh Putu Eka Pradnyawati menegaskan bahwa media sosial kini menjadi instrumen strategis dalam pemasaran usaha. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara terencana dan berbasis data. “Media sosial bukan sekadar sarana promosi, tetapi ruang membangun relasi dengan konsumen sekaligus memperkuat identitas usaha. Karena itu, pengelolaannya harus terstruktur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, optimalisasi media sosial meliputi pemilihan platform yang sesuai dengan segmen pasar, penyusunan konten yang sistematis, serta konsistensi dalam publikasi. Selain itu, pelaku usaha didorong memanfaatkan fitur analitik untuk mengevaluasi kinerja konten.

Baca Juga: Jaga Bumi, Pemkab Gianyar Tanam 300 Pohon

“Keputusan pemasaran tidak lagi cukup berdasarkan intuisi, tetapi harus didukung oleh data yang terbaca dari insight platform,” katanya.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan foto produk berbasis kecerdasan buatan (AI). Pelatihan ini mencakup teknik pengambilan gambar sederhana hingga pengolahan visual menggunakan aplikasi AI untuk meningkatkan kualitas tampilan produk.

Menurut Eka Pradnyawati, pemanfaatan teknologi AI dapat menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya yang sering dihadapi UMKM.

“Dengan tools yang update dan mudah digunakan, pelaku usaha bisa menghasilkan konten visual yang lebih menarik tanpa harus bergantung pada peralatan mahal,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM, seperti keterbatasan keterampilan produksi konten, rendahnya pemahaman terhadap algoritma media sosial, serta kurangnya konsistensi dalam pengelolaan akun bisnis.

Untuk itu, peserta dibekali langkah-langkah praktis, seperti penyusunan kalender konten, penggunaan template visual, serta pemanfaatan fitur insight untuk membaca performa pemasaran digital.

Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan tingginya partisipasi peserta dalam diskusi dan praktik langsung. Sejumlah peserta mengaku memperoleh wawasan baru terkait strategi pemasaran digital yang lebih terarah dan aplikatif.

Baca Juga: Desa Sayan Jadi Desa Binaan Imigrasi, Perkuat Pengawasan WNA hingga Jaga Stabilitas Sosial

Secara umum, kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai optimalisasi media sosial, keterampilan produksi konten visual, serta kesiapan dalam menerapkan strategi pemasaran digital berbasis teknologi.

Sebagai tindak lanjut, pendampingan lanjutan dan evaluasi berkala dinilai penting guna memastikan implementasi strategi berjalan konsisten. “Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku UMKM tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menerapkan strategi digital secara berkesinambungan,” pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#Pandu Literasi #PLUT Buleleng #digital #umkm